Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide
  1. Home
  2. Lapago
  3. Bupati Pegubin akui intervensi dandes demi pemberdayaan masyarakat
  • Jumat, 28 September 2017 — 04:30
  • 288x views

Bupati Pegubin akui intervensi dandes demi pemberdayaan masyarakat

"Untuk itu kami mendampingi aparat kampung dalam rangka pemberdayaan secara merata, agar tak ada kecurangan di antara masyarakat," katanya, Kamis (28/9/2017).
Bupati Pegubin, Constan Oktemka, dalam suatu kesempatan bersama masyarakatnya – Jubi/IST
Abeth You
abethamoyeyou@gmail.com
Editor : Galuwo

Papua No. 1 News Portal I Jubi

Jayapura, Jubi – Pengelolaan dana desa (dandes) dinilai sesuai dengan tingkat pengetahuan para aparat kampung.

Hal itu disampaikan Bupati Kabupaten Pegunungan Bintang (Pegubin) Papua, Costan Oktemka. Menurutnya ada beberapa aparat kampung yang bahkan tidak tahu cara mengelola dandes.

"Untuk itu kami mendampingi aparat kampung dalam rangka pemberdayaan secara merata, agar tak ada kecurangan di antara masyarakat," katanya, Kamis (28/9/2017).

Dikatakan, banyak aparat kampung yang menganggap dandes tersebut sebagai uang pribadi. Untuk itu pemerintah daerah bertanggung jawab mengarahkan aparat kampung, agar menggunakann dandes sesuai aturan.

"Pemerintah tidak pernah meminta untuk melakukan pemotongan. Kalau kami intervensi itu, dalam rangka pemberdayaan masyarakat saja, karena dandes itu nominalnya sangat besar," sampainya.

Ia menyinggung hal tersebut, terkait adanya tudingan dari Badan Pemberdayaan Masyarakat Kampung (BPMK) Provinsi Papua, mengenai adanya intervensi pemotongan dana dari bupati setempat.

"Benar ada pemotongan dandes oleh oknum tertentu di BPMK setempat. Karena itu saya meminta Polres Pegubin untuk memeriksa pelaku. Saya sendiri tidak potong dana sebesar Rp15 juta sampai Rp20 juta, seperti dituduhkan BPMK Papua itu. Bukan intervensi pemotongan dana desa. Sekali lagi, kami mengintervensi untuk kepentingan pemberdayaan agar mereka mengelola dana secara baik,” akunya.

Terkait beberapa oknum yang diduga memotong dandes tersebut, kata dia, pelakunya sudah ditetapkan sebagai tersangka.

"Terduga BPMK di Pegubin, dan pelakunya tiga orang. Itu bukan atas perintah bupati, justru saya yang memerintahkan Polres Pegubin untuk memeriksa pelaku dan mengungkap kasus itu,” katanya. 

Sementara itu, belum lama ini kepada wartawan, Kepala BPMK Provinsi Papua, Donatus Motte, menduga ada intervensi beberapa bupati dalam pengelolaan dandes terutama di dua kabupaten, di antaranya Pegunungan Bintang dan Tolikara.

“Kalau di Pegubin sesuai laporan dari kepala kampung. Ada pemotongan dana 20 juta di setiap kampung dan diduga atas perintah bupati,” ujar Motte. (*)

Sebelumnya

Dugaan penyalahgunaan DAK Jayawijaya dilaporkan

Selanjutnya

LSM pemantau keuangan hadir di Intan Jaya

Komen Saya

Laporan Warga

Simak Juga
Terkini

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : redaksionline@tabloidjubi.com

Copyright © 2016. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe