Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide

  1. Home
  2. Penkes
  3. Fasilitas kesehatan di Distrik Samenage minim
  • Jumat, 28 September 2017 — 04:27
  • 837x views

Fasilitas kesehatan di Distrik Samenage minim

"Dari laporan yang kami terima hanya ada dua petugas medis yang tercatat di puskesmas, namun itu pun tidak aktif hampir satu tahun," ujarnya. 
Kadinkes Pemprov Papua Aloysius Giyai - Antara
ANTARA
Editor : Galuwo
LipSus
Features |
Kamis, 20 September 2018 | 09:41 WP
Features |
Rabu, 19 September 2018 | 16:08 WP
Features |
Selasa, 18 September 2018 | 07:24 WP

PERHATIAN!!!

Penggunaan sebagian atau seluruh materi dalam portal berita ini tanpa seijin redaksi tabloidjubi.com akan dilaporkan kepada pihak berwenang sebagai tindakan pelanggaran terhadap Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2014 Tentang HAK CIPTA dan/atau UU RI Nomor 19 Tahun 2016 atas perubahan UU RI Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE)

Papua No. 1 News Portal I Jubi

Jayapura, Jubi - Meninggalnya 38 warga di Distrik Samenage, Kabupaten Yahukimo, Papua, disebabkan infrastruktur kesehatan yang kurang memadai.

Hal itu disampaikan Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Papua, Aloysius Giyai, Kamis (28/9/2017), di Jayapura.

"Dari sisi ketersediaan fasilitas, di Distrik Samanege terdapat bangunan fisik puskemas yang sudah rapuh, ketersediaan peralatan medis pun sangat minim," katanya.

Kondisi itu, kata dia, diperparah dengan minimnya tenaga kesehatan di puskesmas tersebut.

"Dari laporan yang kami terima hanya ada dua petugas medis yang tercatat di puskesmas, namun itu pun tidak aktif hampir satu tahun," ujarnya. 

Menurut Aloysius, seharusnya itu menjadi perhatian pemerintah setempat mengingat total pembiayaan kesehatan tahun 2017 di Kabupaten Yahukimo bersumber dari dana Otsus, BPJS dan APBN sebesar Rp128 milliar lebih. Dari sisi pembiayaan kesehatan, jumlah dana yang diterima Kabupaten Yahukimo di 2017 yakni dana Otsus sebesar Rp16,60 miliar lebih. 

"Lima persen dari total dana Otsus untuk pelayanan kesehatan yang diterima sebesar Rp110,69 miliar lebih," ujarnya.

Kemudian, tambah dia, Dana Alokasi Khusus (DAK) fisik sebesar Rp16,60 miliar lebih, DAK isik sebesar Rp22,64 miliar lebih, dana Afirmasi sebesar Rp42,03 miliar lebih, dana BOK sebesar Rp18,6 miliar, dan dana Kartu Papua Sehat Rp2,93 miliar lebih. 

Sebelumnya, Pastor John Jonga yang melayani umat di wilayah Wamena, Kabupaten Jayawijaya dan Kahukimo mengatakan, kematian warga di Semenage itu erat kaitannya dengan minimnya pelayanan kesehatan, sebagaimana pernah terjadi pada 2013 yang tercacat sebanyak 61 warga dari berbagai usia meninggal dunia.

"Di Semenage hanya ada satu Pustu dan seorang mantri sebagai petugas kesehatan dan melayani sembilan kampung atau desa. Memang sangat berat karena dari kampung ke kampung ditempuh dengan berjalan kaki, melewati sungai, gunung, maupun lembah-lembah, namun dua tahun terakhir ini petugas di Pustu tidak ada sampai saat ini," ujarnya. (*)

loading...

Sebelumnya

Kadinkes Aloysius benarkan informasi 38 warga Samenage meninggal

Selanjutnya

Data kematian 38 warga Semenage ditelusuri UP2KP

Komen Saya

Laporan Warga

Simak Juga

Populer
Pilihan Editor |— Selasa, 25 September 2018 WP | 9451x views
Polhukam |— Jumat, 21 September 2018 WP | 6372x views
Koran Jubi |— Senin, 17 September 2018 WP | 6013x views
Berita Papua |— Senin, 24 September 2018 WP | 4550x views

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : [email protected]

Copyright © 2013. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe