Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide
  1. Home
  2. Penkes
  3. Data kematian 38 warga Semenage ditelusuri UP2KP
  • Jumat, 29 September 2017 — 04:48
  • 500x views

Data kematian 38 warga Semenage ditelusuri UP2KP

"Perkembangan laporan kasus yang terus diikuti melalui media dan laporan warga ke bidang Kesektariatan UP2KP. Laporan pertama yang diterima ada 48 orang yang meninggal, namun laporan terakhir yang diterima sebanyak 38 orang yang meninggal," ujarnya. 
Direktur UP2KP Agustinus Raprap - Antara
ANTARA
redaksi@tabloidjubi.com
Editor : Galuwo

Papua No. 1 News Portal I Jubi

Jayapura, Jubi - Informasi terkait kematian 38 warga di Distrik Samenage, Kabupaten Yahukimo, Papua, ikut ditelusuri Unit Percepatan Pembangunan Kesehatan Papua (UP2KP).

Dikatakan Direktur UP2KP, Agustinus Raprap, dengan adanya kasus ini, UP2KP mulai mengumpulkan data, karena data saat ini belum akurat.

"Kita belajar dari pengalaman dua tahun terakhir karena data itu tidak terlalu akurat, tetapi yang jelas bahwa di sana itu ada kasus kematian yang cukup tinggi," katanya, di Jayapura, Kamis (28/9/2017).

Menurut Agustinus, kematian yang diketahuinya sepanjang Januari hingga Agustus 2017 ini, merupakan suatu hal yang luar biasa.

"Perkembangan laporan kasus yang terus diikuti melalui media dan laporan warga ke bidang Kesektariatan UP2KP. Laporan pertama yang diterima ada 48 orang yang meninggal, namun laporan terakhir yang diterima sebanyak 38 orang yang meninggal," ujarnya. 

Menurut dia, bukan persoalan banyaknya jumlah tetapi satu nyawa manusia berharga, apalagi jika meninggal dengan tidak wajar.

"Batas-batas ketidakwajaran yang dilihat UP2KP selama ini, yakni kenapa itu terjadi dalam kurun waktu yang pendek dan bisa terjadi kematian yang cukup banyak," katanya.

Dia menyatakan hingga kini seluruh dana untuk membiayai pelayanan kesehatan, sudah didistribusikan pemerintah provinsi ke masing-masing daerah dan jumlahnya cukup besar.

"Sudah ada peraturan yang jelas yang mengatur tentang penggunaan dana kesehatan itu. Peraturan Gubernur Nomor 7 itu, sudah jelas 15 persen dana otonomi khusus (Otsus) untuk pembiayaan kesehatan," ujarnya.

Sehingga, kata dia, tidak ada alasan jika ditemukan warga meninggal karena layanan kesehatan kurang memadai, diakibatkan tidak adanya dana yang menunjang.

Tidak hanya dana Otsus, kata dia, ada juga sumber dana dari APBD kabupaten setempat. Belum lagi dana pelayanan kesehatan lainnya dari Kementerian Kesehatan, di antaranya dana Biaya Operasional Kesehatan (BOK).

"Apakah dana itu dialokasikan dalam bentuk RKA kemudian jadi DPA di masing-masing daerah itu sudah jalan atau belum, kemudian apakah sudah diputuskan atau tidak untuk dijalankan?," ujarnya. 

Kemudian, kata dia, persoalan selanjutnya adalah tenaga kesehatan, apakah jumlah tenaga kesehatannya ada atau tidak berada di tempat. Hal ini tidak bisa langsung dituduh bahwa tidak ada tenaga kesehatan. 

Sementara Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Papua, Aloysius Giyai, mengatakan dari 38 warga yang meninggal, laki-laki sebanyak 22 orang dan perempuan sebanyak 16 orang. Warga meninggal di delapan kampung yang ada di Distrik Samenage yakni di Kampung Samenage sebanyak 10 orang, Kampung Ison enam orang dan Kampung Aspopo tiga orang. Selanjutnya, Kampung Hugilokon enam orang, Kampung Muke tiga orang, Kampung Haleroma tiga orang, Kampung Notnare lima orang dan Kampung Hirin dua orang.

"Berdasarkan usia maka untuk usia 0 sampai 5 tahun ada 7 orang, usia 6 sampai 16 tahun ada 3 orang, usia 16 sampai 25 tahun sebanyak 6 orang, dan usia 26 sampai 60 tahun sebanyak 22 orang," ujarnya. (* )

loading...

Sebelumnya

Fasilitas kesehatan di Distrik Samenage minim

Selanjutnya

UP2KP turunkan tim investigasi ke Distrik Samenage

Komen Saya

Laporan Warga

Simak Juga
Terkini

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : redaksionline@tabloidjubi.com

Copyright © 2016. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe