Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide
  1. Home
  2. Anim Ha
  3. Harga beras naik, sekarang Rp 7.500 per kilogram
  • Jumat, 29 September 2017 — 09:17
  • 578x views

Harga beras naik, sekarang Rp 7.500 per kilogram

Kepala Kampung Padang Raharja, Distrik Malind, Kabupaten Merauke, Sutarjo, mengungkapkan harga beras di tempat penggilingan mengalami  kenaikan hingga Rp 7.500/kg. Harga tersebut lebih tinggi dibanding tahun sebelumnya yang hanya berkisar di Rp 6.800/kg.
Gabah milik masyarakat di kampung yang sedang dijemur sekaligus akan digiling – Jubi/Frans L Kobun
Ans K
frans@tabloidjubi.com
Editor : Dewi Wulandari

Papua No. 1 News Portal I Jubi,

Merauke, Jubi - Kepala kampung Padang Raharja, distrik Malind, kabupaten Merauke, Sutarjo, mengungkapkan harga beras di tempat penggilingan mengalami kenaikan hingga Rp 7.500/kg. Harga tersebut lebih tinggi dibanding tahun sebelumnya yang hanya berkisar di Rp 6.800/kg.

Kepada Jubi, Kamis (28/9/2017), Sutarjo mengatakan dengan kenaikan harga beras yang dijual petani di tempat penggilingan di kampung-kampung, secara tidak langsung memberikan motivasi kepada mereka.

“Saya melihat ada semangat baru dari masyarakat membuka lahan dalam skala lebih luas, dibandingkan dengan tahun sebelumnya,” ungkapnya.

Untuk tahun ini, katanya, setiap kepala keluarga membuka lahan sampai 3 hektar. Meskipun mengeluarkan biaya sewa alat pertanian guna pengolahan tanah hingga pembelian pupuk yang mahal, namun tetap dilakukan. Itu semata-mata karena harga beras meningkat.

“Memang persoalan yang selalu dihadapi petani dari tahun ke tahun menjelang musim tanam adalah pupuk. Ketika petani membutuhkan dalam jumlah banyak, selalu dibilang sudah tak ada ,” tuturnya.

Olehnya, diharapkan ke depan pengadaan pupuk oleh distributor disesuaikan kebutuhan petani di kampung-kampung.

Kepala Dinas Pertanian dan Tanaman Pangan Kabupaten Merauke, Edy Santoso, mengaku kuota pupuk yang diminta ke pemerintah pusat melalui provinsi sebanyak 34 ribu ton. Hanya saja, yang disalurkan baru mencapai belasan ribu ton.

“Dengan masih terbatasnya kuota pupuk itu tentunya tidak bisa memenuhi kebutuhan petani di kampung-kampung. Kita berharap tahun 2018 ada penambahan kuota sehingga dapat memenuhi permintaan para petani,” katanya. (*)

 

loading...

Sebelumnya

Bantuan alat pertanian dari pemerintah jangan diklaim pemberian partai politik

Selanjutnya

Tiga pulau terluar dalam pengawasan khusus Satpolair Polres Merauke

Komen Saya

Laporan Warga

Simak Juga
Terkini

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : redaksionline@tabloidjubi.com

Copyright © 2016. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe