Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide
  1. Home
  2. Ekonomi
  3. Pertamina: Pertamini bukan bagian dari Pertamina 
  • Jumat, 29 September 2017 — 10:07
  • 673x views

Pertamina: Pertamini bukan bagian dari Pertamina 

Beberapa waktu terakhir, gerai pertamini mulai marak, tak hanya di kawasan pemukiman padat di perkotaan namun juga daerah pedesaan di wilayah Papua dan Papua Barat. 
Alat pertamini yang dijual toko - Jubi 
Sindung Sukoco
sindung@tabloidjubi.com
Editor : Dewi Wulandari

Papua No. 1 News Portal I Jubi,

Jayapura, Jubi - Beberapa waktu terakhir, gerai pertamini mulai marak, tak hanya di kawasan pemukiman padat di perkotaan namun juga daerah pedesaan di wilayah Papua dan Papua Barat. 

Manajer Fuel Retail PT Pertamina MOR VIII Maluku Papua, Zibali Hisbul Masih, menegaskan gerai semacam ini belakangan makin banyak jumlahnya dan makin mudah ditemukan, termasuk di wilayah Papua dan Papua Barat. Tapi itu bukan bagian dari Pertamina. 

"Mereka bukan bagian dari Pertamina atau bukan bagian dari anak perusahaan Pertamina. Itu lebih ke Dinas Perdagangan Perindustrian Koperasi dan UKM setempat," kata Zibali, kepada Jubi, melalui telepon selularnya, Kamis (28/9/2017). 

Diakuinya, nama Pertamina mendapatkan dampak dari maraknya keberadaan Pertamini. Padahal untuk harga dan safety penggunaannya tidak dalam ranah Pertamina.

Oleh sebab itu dirinya berharap adanya penanganan yang menyeluruh terhadap pertamini di daerah. Pertamini itu hanya istilah dagang saja bukan lembaga penyalur.

"Pertamini adalah usaha dagang dari masyarakat yang selama ini stoknya dibeli di SPBU dan kemudian dijual lagi kepada masyarakat," kata Zibali. 

Jadi, ujar Zibali, PT Pertamina selama ini hanya bekerja sama dengan SPBU, APMS, SPBN, SPDN, dan tidak dengan pertamini.

Penjaga di toko penjual mesin pertamini, Anwar, mengatakan sejak Maret 2017, ia menjual alat pertamini khusus pertalite dan habis diborong masyarakat yang hendak berjualan BBM.

“Mesin pertamini sudah dibeli habis. Sekarang sisa satu, harganya Rp 9 juta. Tentunya menggunakan mesin ini membuat usaha jual bensin eceran mendapat predikat baik di mata konsumen,” kata pria yang menjadi penjaga toko Firman Waena, Kota Jayapura, Rabu (27/9/2017).

Ia mengaku mesin pertamini telah ada sekitar 2012 dan mulai marak pada 2014 lalu. Namun di Jayapura baru beredar sekitar 2016 lalu.

“Lebih banyak yang membeli alat ini di toko kami adalah orang asli Papua (OAP) daripada non-Papua. Mungkin mereka rasa ada keuntungan,” ujarnya. (*)

 

loading...

Sebelumnya

Jual BBM di atas harga SPBU, pertamini tetap dicari pelanggan

Selanjutnya

Investasi bodong, hanya dua dari 48 yang ada di Papua 

Komen Saya

Laporan Warga

Simak Juga
Terkini

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : redaksionline@tabloidjubi.com

Copyright © 2016. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe