Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide
  1. Home
  2. Polhukam
  3. Tolak paham radikal, ALDP : tindak Ja’far Umar Thalib
  • Jumat, 29 September 2017 — 21:03
  • 675x views

Tolak paham radikal, ALDP : tindak Ja’far Umar Thalib

Mereka resah oleh kehadiran Ja’far Umar Thalib yang selama ini dinilai menyebarkan sikap dan pandangan radikal.
Perwakilan Tim Loby Papua damai bersama LSM saat jumpa pers di ALDP, Padangbulan, Jayapura, Jum’at (29/9/2017).- Jubi / David Sobolim
David Sobolim
redaksi@tabloidjubi.com
Editor : Edi Faisol

Papua No. 1 News Portal I Jubi,

 

Papua No. 1 News Portal I Jubi,

Jayapura, Jubi - Aliansi Demokrasi Untuk Papua (ALDP) terdiri dari LSM Ilalang, HMI, Tim Loby Papua Sona Damai, SKPKC, Wamena Walesi, menolak semua paham radikal di tanah Papua. Mereka resah oleh kehadiran Ja’far Umar Thalib yang selama ini dinilai menyebarkan sikap dan pandangan radikal.

“Papua tanah damai situasi yang bukan saja menjadi cita-cita dan mimpi kita semua, tetapi juga menjadi tanggung jawab bersama setiap orang di Papua”  kata Perwakilan LSM Ilalang Papua, Hardin Halidin di kantor ALDP, Padangbulan, Jayapura, Jum’at (29/9/2017).

Menurut dia, pluralisme di Papua adalah keniscayaan dan anugerah dari sang pemberi kehidupan.  Agama suku serta adat-istiadat berbeda bukan  hal yang aneh di Papua. “Agama dan suku yang berbeda telah menyatu  dalam sebuah harmoni yang sama menghidupi nilai-nilai kemanusiaan,” kata Hardin menambahkan.

Aliansi Demokrasi Untuk Papua akan  menjaga kondisi itu dalam bingkai kasih dan bersaudaraan yang utuh.  Tim yang terdiri dari LSM, akademisi dan mahasiswa itu juga mendesak Gubernur, Kepala Kepolisian Daerah dan Panglima Kodam XXVII/Cenderawasih di Papua segera mengambil tindakan tegas terhadap Ja’far Umar Thalib yang selama ini dinilai menyebarkan sikap dan pandangan radikal.

 “Agar kedamaian dan integritas sosial di Papua tetap terjaga baik,” katanya.

Tercatat pada tahun 2015,  Ja’far Umar Thalib sebagai pemimpin  Laskar Jihad pernah bentrok dengan warga di Koya, namun sekarang sudah pindah di Keerom dan mendirikan pesantren semi permanen di sana.

Pemerintah Kabupaten Keerom sudah memberikan surat peringatan hingga ke tiga namun hingga saat ini Ja'far Umar Thalib tidak menunjukkan itikad baik. “Ia tak memenuhi surat izin mendirikan bangunan hingga izin operasional,” kata Hardin menjelaskan.

Perwakilan Ikatan Wamena Walesi di Jayapura, Ponto Yelipele juga menyatakan selama ini warga umat beragama dan lintas suku di Papua sudah hidup rukun. “Jangan bawa paham radikalisme ke Papua karena akan merusak tatanan hidup rukun yang sudah lama bangun,” kata Ponto.

Marinus Yaung, dari Tim Loby Papua Sona Damai juga menyatakan pluralisme di Papua sebagai cerminan bagi Indonesia. “Ketika ada paham  radikalisme mengakibatkan keresahan di masyarakat,” kata Marinus.

Keberadaan Ja’far Umar Thalib punya jejak dan pemahaman yang berbeda dikhawatirkan bisa menimbulkan konflik di Papua. “Dan kita semua tidak mau terjadi itu,” kata Marinus. (*)

Sebelumnya

Kerjasama Pertamina dan Kejati Papua, mitigasi perdata dan TUN 

Selanjutnya

FRMJ tolak penetapan salah satu anggota Panwas Jayawijaya

Komen Saya

Laporan Warga

Simak Juga
Terkini

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : redaksionline@tabloidjubi.com

Copyright © 2016. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe