Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide

  1. Home
  2. Ekonomi
  3. Kopi Arabika Lembah Baliem Wamena akan disertifikasi
  • Sabtu, 30 September 2017 — 01:01
  • 1633x views

Kopi Arabika Lembah Baliem Wamena akan disertifikasi

"Jadi kalau ada oknum tertentu yang melanggar sertifikasi itu, ada sanksi hukumnya, yaitu penjara atau denda sekitar satu miliar," katanya.
Ilustrasi kopi Papua - Kopi-Papua.com
ANTARA
Editor : Galuwo
LipSus
Features |
Senin, 23 April 2018 | 13:37 WP
Features |
Selasa, 17 April 2018 | 13:24 WP

PERHATIAN!!!

Penggunaan sebagian atau seluruh materi dalam portal berita ini tanpa seijin redaksi tabloidjubi.com akan dilaporkan kepada pihak berwenang sebagai tindakan pelanggaran terhadap Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2014 Tentang HAK CIPTA dan/atau UU RI Nomor 19 Tahun 2016 atas perubahan UU RI Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE)

Papua No. 1 News Portal I Jubi 

Wamena, Jubi - Demi mengantisipasi produksi kopi petani lokal di Kabupaten Jayawijaya,agar kopi jenis Arabika itu tidak diklaim sebagai hasil pertanian milik daerah lain, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jayawijaya, Provinsi Papua, mulai memproteksi dengan kelengkapan persyaratan sertifikasi.

Kepala Badan Perencanaan dan Pembangunan Daerah (Bappeda) Jayawijaya, Petrus Mahuze, mengaku telah mempersiapkan buku indikasi letak geografis sebagai, salah satu syarat yang harus dilengkapi sebelum kopi Arabika mendapat sertifikasi, serta proteksi dari Kementerian Hukum dan HAM.

"Harapan kita 2018 sudah ada sertifikasi terhadap kopi produk lokal Jayawijaya, sebab melalui sertifikasi ini maka akan ada proteksi untuk petani kopi yang terwadah dalam kelompok kopi. Sehingga tidak ada lagi orang atau oknum tertentu (di luar Jayawijaya) yang memanfaatkan kopi Wamena ini untuk kepentingan pribadi," katanya, di Wamena, Jumat (29/9/2017).

Melalui sertifikasi tersebut, kata Petrus, seluruh hasil produksi petani kopi yang tersebar di 40 distrik se-Kabupaten Jayawijaya akan terlindungi oleh hukum.

"Jadi kalau ada oknum tertentu yang melanggar sertifikasi itu, ada sanksi hukumnya, yaitu penjara atau denda sekitar satu miliar," katanya.

Ia mengatakan sudah ada kesepakatan dari peserta yang mengikuti seminar hasil buku persyaratan indikasi geografis kopi Arabika pada Jumat pagi, untuk memberi nama Kopi Arabika Lembah Baliem Wamena pada seluruh hasil produksi.

"Kalau soal kemasan, itu silakan saja bagi pemilik pabrik atau merek dagang sendiri, tetapi di setiap merek dagang itu harus tercantum logo yang akan kami berikan, termasuk mencantumkan asal kopi tersebut," katanya.

Seminar yang berlangsung di Ruang Rapat Bappeda Jayawijaya itu dihadiri lebih kurang 15 belas perwakilan masyarakat dan tamu undangan, misalnya peneliti dari Universitas Papua (Unipa) Papua Barat dan perwakilan perbankan serta perwakilan Kementerian Hukum dan HAM. (*)

loading...

Sebelumnya

Secangkir kopi asli Wamena dari Rosanti

Selanjutnya

Pengguna T-CASH Telkomsel di Papua-Maluku capai 350 ribu 

Komen Saya

Laporan Warga

Simak Juga

Populer

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : [email protected]

Copyright © 2013. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe