Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide
  1. Home
  2. Pasifik
  3. Vt200 juta untuk korban letusan gunung berapi di Ambae
  • Sabtu, 30 September 2017 — 18:35
  • 1204x views

Vt200 juta untuk korban letusan gunung berapi di Ambae

Dana darurat Vt200 juta akan disalurkan ke National Disaster Management Office (Dinas Penanggulangan Bencana Nasional, NDMO) untuk mempercepat upaya penyelamatan penduduk desa, menyediakan tempat tinggal, makanan dan air bersih bagi masyarakat secepatnya.
Pulau Ambae dinyatakan dalam keadaan darurat menyusul letusan tersebut dan dana bantuan bencana sebesar Vt200 Juta disetujui awal pekan ini – DVU/ Anita Roberts
Vanuatu Daily
redaksi@tabloidjubi.com
Editor : Zely Ariane

Papua No. 1 News Portal I Jubi,

Ambae, Jubi – Pemerintah Vanuatu telah mengalokasikan dana darurat Vt200 juta untuk membantu korban letusan gunung berapi di Ambae.

Dana darurat Vt200 juta akan disalurkan ke National Disaster Management Office (Dinas Penanggulangan Bencana Nasional, NDMO) untuk mempercepat upaya penyelamatan penduduk desa, menyediakan tempat tinggal, makanan dan air bersih bagi masyarakat secepatnya.

Pengeluaran tersebut akan dikendalikan oleh Departemen Keuangan. Ini dilakukan untuk memastikan dana tersebut digunakan untuk tujuan yang benar dan pengalaman “pemborosan dana” masa lalu tidak akan terulang lagi, kata Petugas Hubungan Masyarakat (Public relation officer) dari Kantor Perdana Menteri, Hilaire Bule.

Kabinet Menteri-menteri, telah memberikan mandat kepada Departemen Meteorologi dan Geohazards Vanuatu dan NDMO untuk terus memantau kegiatan gunung berapi tersebut dan memberikan berita terbaru kepada pemerintah dan peringatan-peringatan kepada masyarakat.

Langkah ini muncul saat pengumuman bahwa pulau tersebut dalam keadaan darurat menyusul letusan gunung api dan dana tanggap bencana disetujui awal pekan ini.

Deklarasi tersebut akan direvisi setiap dua minggu hingga dukungan tidak lagi diperlukan dan gunung berapi tidak lagi menjadi ancaman serius.

Ribuan orang telah meninggalkan rumah mereka untuk mengungsi ke tempat yang lebih aman di pulau itu saat gunung berapi meletus dan mulai menyemburkan sejumlah besar abu vulkanik, bebatuan, dan api gas yang berbahaya bagi ternak, lingkungan dan dapat merusak infrastruktur.

Hingga Senin (25/9/2017) pagi, lebih dari 3.000 warga desa telah dievakuasi, Koordinator Bencana Palang Merah Vanuatu yang juga merupakan bagian dari Panitia Penanggulangan Bencana di Saratamata menyampaikan,“ angka tersebut diperkirakan akan meningkat seiring evakuasi berlanjut hingga siang hari. Evakuasi seharusnya telah selesai kemarin, "katanya.

Sekolah-sekolah di zona aman telah ditutup dan digunakan sebagai pusat evakuasi, termasuk balai desa untuk menampung masyarakat yang membutuhkan.(Elisabeth C. Giay)

Sebelumnya

Deklarasi pertemuan ke-5 Aliansi Pertahanan Tanah Adat Melanesia

Selanjutnya

Pemerintah PNG perlu tegas melawan kekerasan terkait sihir

Komen Saya

Laporan Warga

Simak Juga
Terkini

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : redaksionline@tabloidjubi.com

Copyright © 2016. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe