Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide
  1. Home
  2. Pasifik
  3. Krisis gunung berapi di Ambae, evakuasi massal hadapi kesulitan
  • Senin, 02 Oktober 2017 — 08:58
  • 497x views

Krisis gunung berapi di Ambae, evakuasi massal hadapi kesulitan

Beberapa organisasi masyarakat sipil turut membantu evakuasi dari Ambanga ke Lolopuepue, begitu juga dengan tetangga-tetangga Vanuatu: Pemerintah Selandia Baru menyediakan pemurni air untuk mereka yang membutuhkannya, sementara Pemerintah Australia menyediakan air, peralatan penampungan dan bahan makanan ransum darurat.
Kawah Gunung Gerapi Manaro Voui, Ambae. – Vanuatu Digest
Admin Jubi
redaksionline@tabloidjubi.com
Editor : Zely Ariane

Papua No. 1 News Portal I Jubi,

Ambae, Jubi – Sejumlah sesi edukasi telah dilangsungkan di seluruh Ambae untuk membahas logistik evakuasi atas sekitar 11.000 penduduk Ambae,  4% dari total populasi Vanuatu.

Dua puluh delapan pasien dipindahkan dari Rumah Sakit Lolowai dan Nduindui di Ambae ke Rumah Sakit Distrik Utara di Luganville, Santo. Perhatian khusus juga diberikan pada siswa tahun akhir di SMA di Ambae.

Komite Bencana Alam Ambae dikatakan tidak senang dengan upaya National Disaster Management Office (Badan Penanggulangan Bencana Nasional; NDMO) yang menurut mereka tidak serius dalam menangani keadaan darurat. Menuru komite tersebut mereka berlum melihat NDMO melakukan banyak hal sejak pengumuman relokasi dari barat ke timur Ambae sejak Selasa (26/9/2017) lalu.

Radio Vanuatu telah berusaha mencari penjelasan dari NDMO namun gagal mendapatkan informasi.

Beberapa organisasi masyarakat sipil turut membantu evakuasi dari Ambanga ke Lolopuepue, begitu juga dengan tetangga-tetangga Vanuatu: Pemerintah Selandia Baru menyediakan pemurni air untuk mereka yang membutuhkannya, sementara Pemerintah Australia menyediakan air, peralatan penampungan dan bahan makanan ransum darurat.

Hal ini sangat penting karena wabah diare dan muntaber telah dilaporkan terjadi pada beberapa anak setelah dipindahkan ke pusat evakuasi, mungkin karena kondisi pusat evakuasi yang terlalu padat.

Dewan para menteri sudah sepakat mengenai pentingnya memindahkan masyarakat keluar dari Ambae, namun Perdana Menteri Charlot Salwai mengindikasikan kesulitan yang dihadapi mereka untuk memprediksi apa yang akan terjadi berikutnya terkait gunung berapi tersebut.

Evakuasi massal dilakukan atas saran Departemen Meteorologi dan Geo-hazards Vanuatu, yang melaporkan meningkatnya aktivitas gunung berapi Manaro Voui termasuk lava yang beterbangan, gas vulkanik beracun, hujan asam dan hujan abu vulkanik.(Vanuatu Digest/Elisabeth C. Giay)

Sebelumnya

Delegasi UNHCR kunjungi Pusat Penahanan di Pulau Manus, PNG

Selanjutnya

Bougainville gelar KTT, susun peta jalan ekonomi

Komen Saya

Laporan Warga

Simak Juga
Terkini

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : redaksionline@tabloidjubi.com

Copyright © 2016. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe