Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide
  1. Home
  2. Dunia
  3. Yang mendukung, yang menentang kemerdekaan Kurdi
  • Senin, 02 Oktober 2017 — 15:22
  • 488x views

Yang mendukung, yang menentang kemerdekaan Kurdi

Israel adalah satu-satunya negara yang secara terbuka mendukung negara Kurdi merdeka
Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan. AFP/Jubi
Editor : Syam Terrajana

Papua No. 1 News Portal I Jubi

Beirut, Jubi- Kelompok Hizbullah Lebanon mengatakan pada Sabtu bahwa digelarnya pemungutan suara kemerdekaan Kurdi Irak menandai sebuah langkah awal menuju penyekatan Timur Tengah, memperingatkan bahwa hal tersebut akan menyebabkan "perang kawasan" dan harus ditentang.

Sayyid Hassan Nasrallah, kepala kelompok yang didukung Iran tersebut, mengatakan bahwa peristiwa di Irak utara, tempat warga Kurdi memilih untuk kemerdekaan pada Senin, merupakan ancaman bagi seluruh wilayah dan bukan hanya terhadap Irak namun juga negara-negara tetangga berpenduduk Kurdi.

"Ini akan membuka pintu penyekatan, penyekatan, penyekatan," kata Nasrallah. Dia menambahkan bahwa "penyekatan berarti membawa daerah tersebut menuju perang dalam kawasan yang akhir dan kerangka waktunya hanya diketahui oleh Tuhan," tambahnya.

Nasrallah mencatat bahwa musuh bebuyutannya dari Israel telah menunjukkan kehadirannya mendukung negara Kurdi dan menggambarkan referendum tersebut sebagai bagian dari rencana AS-Israel memecah wilayah tersebut.

Amerika Serikat bertindak sebagai oposisi terhadap pemungutan suara, bersama dengan negara-negara besar Eropa dan negara-negara tetangga, Turki dan Iran. Pemerintah Suriah, yang di negaranya kelompok Kurdi telah membentuk sebuah daerah mandiri, juga menentang referendum tersebut.

Nasrallah berbicara kepada pendukungnya pada malam Ashura, ketika pengikut Syiah memperingati pembantaian cucu Nabi Muhammad, Imam Hussein, di Kerbala pada 680 M.

Hizbullah, sebuah gerakan politik dan militer, adalah pemain utama dalam perang Suriah, mereka telah mengerahkan ribuan petempurnya untuk mendukung Presiden Bashar al-Assad.

Petempur Hizbullah saat ini berperang bersama milisi dukungan Iran dan tentara Suriah dalam melawan kelompok IS di Suriah timur.

"Daesh telah hancur, ini waktunya untuk Irak dan Suriah," kata Nasrallah, menggunakan akronim bahasa Arab untuk kelompok IS.

Sementara itu, Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan mensinyalir ada campur tangan intelijen Israel di balik referendum kemerdekaan Kurdi. Buktinya, kata dia, adanya pengibaran bendera Israel saat warga di Kurdistan merayakan referendum yang dimenangkan pendukung kemerdekaan.

“Pertunjukan ini memperlihatkan satu hal, bahwa pemerintahan itu memiliki sejarah dengan Mossad, mereka itu bergandengan tangan,” tutur Erdogan dalam sebuah pidato di televisi, seperti dikutip kantor berita AFP, Sabtu (30/9). Dia mengatakan Turki sedih melihat warga Kurdi merayakan hasil referendum dengan bendera Israel.

Turki menolak hasil referendum itu dan mengancam menjatuhkan sanksi terhadap Kurdistan Irak. Mereka akan menutup perbatasan Turki-Kurdistan dan menghentikan transit minyak dari Kurdistan ke pelabuhan Ceyhan di selatan Turki.

Pada Jumat (29/9) kemarin, maskapai Turki: Turkish Airlines, Atlas, dan Pegasus telah menghentikan penerbangan mereka ke Kurdistan Irak sampai waktu yang tak ditentukan. “Warga Kurdi Irak akan membayar harga untuk referendum yang tak bisa diterima itu,” kata Erdogan.

Begitu pun Iran dan pemerintah pusat Irak. Mereka meningkatkan kewaspadaannya dan sama-sama menolak validitas referendum itu.

Iran dan Irak bahkan akan melakukan latihan militer bersama di dekat perbatasan, seperti dilansir Reuters dari televisi pemerintahan Iran, Sabtu (30/9). Latihan merupakan bagian dari upaya Teheran untuk mendukung Baghdad setelah pelaksanaan referendum kemerdekaan Kurdistan.

Televisi mengutip seorang juru bicara militer, yang mengatakan bahwa keputusan untuk menggelar latihan perang dalam beberapa hari mendatang itu diambil dalam pertemuan para komandan militer Iran.

Pertemuan itu juga menyepakati langkah-langkah untuk mengamankan perbatasan serta menerima pasukan Irak yang akan ditempatkan di pos-pos perbatasan.

Pemerintah Regional Kurdistan (KRG) sendiri telah menolak menyerahkan kendali soal penyeberangan perbatasan kepada pemerintah Irak, seperti yang diminta Irak, Iran, dan Turki sebagai balasan atas referendum kemerdekaan.

Israel adalah satu-satunya negara yang secara terbuka mendukung negara Kurdi merdeka. Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu menyatakan mendukung upaya rakyat Kurdi untuk memiliki negaranya sendiri.(*)

Sumber: Antara/CNN Indonesia

 


 

#

Sebelumnya

Kemerosotan tanah picu rawan pangan di Afrika

Selanjutnya

Bagaimana melabeli pelaku brutal tragedi Las Vegas?

Komen Saya

Laporan Warga

Simak Juga
Terkini

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : redaksionline@tabloidjubi.com

Copyright © 2016. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe