Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide
  1. Home
  2. Mamta
  3. Polisi bubarkan pemutaran dan diskusi film G 30.S
  • Senin, 02 Oktober 2017 — 16:03
  • 838x views

Polisi bubarkan pemutaran dan diskusi film G 30.S

Pembubaran  acara yang digelar di lapangan futsal ekspo Waena, Jayapura, Sabtu (30/92017) pukul 18.00 itu, dinilai tak masuk akal.
Sekertaris Jendral GEMPAR Papua Yason Ngelia ketika melakukan negosiasi dengan polsek heram - Jubi/Hengky Yeimo
Hengky Yeimo
yeimohengky@gmail.com
Editor : Edi Faisol

Papua No. 1 News Portal I Jubi,

Jayapura, Jubi - Aparat kepolisian Resorts Kota Jayapura membubarkan kegiatan pemutaran dan diksusi film G 30.S yang digelar oleh Gerakan Mahasiswa Pemuda Rakyat Papua (GempaR-Papua) dan Papuan Voices. Pembubaran  acara yang digelar di lapangan futsal ekspo Waena, Jayapura, Sabtu (30/92017) pukul 18.00 itu, dinilai tak masuk akal.

“Pembubaran yang dilakukan aparat kepolisian yang terdiri dari polsek Buper Waena serta oleh Kabag Opss Kota Jayapura,” kata Sekertaris Jendral GempaR-Papua, Yason Ngelia, dalam siaran pers yang diterima Jubi, Senin (2/10/2017).

Yason menilai pembubaran acara yang ia gelar itu perbuatan tidak masuk akal dan berkesan mengada-ada. Ia beralasan sebelumnya telah menggelar pemutaran film beberapa kali di tempat yang sama, dan mendapatkan  izin penangungjawab kawasan pemikiman. “Juga mendapatkan sambutan baik dari masyarakat sekitar,” kata Yason menambahkan .

Menurut dia, film yang diputar jauh lebih mendidik ketimbang film fiksi yang sedang digelar kepolisian di ekspo Waena, yang letaknya berjarak 100 meter dari tempat mereka menggelar pemutaran film.

Film yang digelar polisi justru kelihatan berupaya memprovokasi masyarakat, karena film berisi cerita fiksi, yang secara jelas menyebarkan kebencian masa lalu kepada generasi hari ini.

Selain itu ia menilai polisi juga sengaja melakukan pembodohan kepada masyarakat yang seharusnya memilki hak atas fakta sejarah 1965 tersebut. Yason berpendapat penyebaran film fiksi sebagai hoax di kalangan masyarakat dan  sebagai pesan dari kalangan TNI-POLRI  bahwa rezim penguasa otoriter serta fasis orde baru sedang diupayakan bangkit kembali.

Yason minta kepada masyarat di Papua cerdas dengan menghindari upaya kepolisian dan tentara memprovokasi. “Kami percaya ke depan  akan lebih banyak agenda pemutaran film pembodohan tersebut,” katanya.

Koordinator Pemutaran film, Sipay Siep menyatakan acara nonton dan diskusi film G.30.S  sebagai upaya mahasiswa dan pemuda melawan dibalik pembodohan. Ia juga menyayangkan pembubaran acara yang hendak digelar

“Kami memohon maaf kepada mahasiswa di beberapa kampus dan asrama di kota Jayapura yang telah mendapatkan undangan namun ternyata film tersebut tidak dapat kami putar," kata Sipay

Menurut dia terdapat penghuni dua asrama mahasiswa di sekitar Kota Jayapura yang rencana ikut memutar dan berdiskusi, dalam rangka mengenang pembantaia massal 30 September 2017.

“Kami gagal menayangkan  kejahatan negara dalam hegemoni lewat film yang dilupakan,” katanya. (*)

 

Sebelumnya

Komunitas Papuansphoto ajari IPPMY ilmu fotografi

Selanjutnya

Kehadiran Jafar di Papua meresahkan

Komen Saya

Laporan Warga

Simak Juga
Terkini

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : redaksionline@tabloidjubi.com

Copyright © 2016. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe