Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide

  1. Home
  2. Ekonomi
  3. September Kota Jayapura deflasi 0,64 Persen
  • Senin, 02 Oktober 2017 — 20:40
  • 1047x views

September Kota Jayapura deflasi 0,64 Persen

Deflasi di Kota Jayapura tejadi karena adanya penurunan angka indeks pada kelompok pengeluaran barang dan jasa.
Kantor Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Papua - Jubi/Alex
Alexander Loen
Editor : Edi Faisol

PERHATIAN!!!

Penggunaan sebagian atau seluruh materi dalam portal berita ini tanpa seijin redaksi tabloidjubi.com akan dilaporkan kepada pihak berwenang sebagai tindakan pelanggaran terhadap Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2014 Tentang HAK CIPTA dan/atau UU RI Nomor 19 Tahun 2016 atas perubahan UU RI Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE)

Papua No. 1 News Portal I Jubi,

Jayapura, Jubi - Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Papua mengungapkan, pada September 2017 Kota Jayapura mengalami deflasi sebesar 0,64 persen atau terjadi penurunan angka Indeks Harga Konsumen (IHK) dari 129,87 dari Agustus 2017 menjadi 129,04 pada bulan September. Deflasi di Kota Jayapura tejadi karena adanya penurunan angka indeks pada kelompok pengeluaran barang dan jasa.

“Yakni bahan makanan sebesar 2,06 persen, kelompok transportasi, komunikasi dan jasa keuangan sebesar 0,43 persen,” kata Kepala Badan Pusat Statistik Papua, Simon Sapari, di Jayapura, Senin (2/10/2017).

Simon menyebutkan penurunan juga terjadi kelompok kesehatan sebesar 0,35 persen, kelompok perumahan, air, listrik, gas dan bahan bakar sebesar 0,05 persen dan kelompok makanan jadi, minuman, rokok dan tembakau sebesar 0,01 persen.

“Kelompok pengeluaran yang mengalami kenaikan angka indeks yaitu kelompok sandang sebesar 0,49 persen,” kata Simon menjelaskan.

Menurut dia, penurunan harga barang dan jasa di Merauke,ditunjukkan oleh penurunan angka indeks pada kelompok pengeluaran kelompok bahan makanan sebesar 2,80 persen. Sedangkan kelompok pengeluaran yang mengalami kenaikan harga barang dan jasa meliputi kelompok makanan jadi, minuman, rokok dan tembakau sebesar 0,66 persen, kelompok perumahan, air, listrik, gas dan bahan bakar sebesar 0,25 persen.

Sedangkan kelompok sandang sebesar 0,31 persen, kelompok kesehatan sebesar 0,26 persen dan kelompok transportasi, komunikasi dan jasa keuangan sebesar 0,34 persen. “Ditambah kelompok pendidikan, rekreasi dan olahraga tidak mengalami perubahan angka indeks,”  katanya.

Sementara itu Kepala Bidang Statistik BPS Papua, Bambang Ponco Aji mengatakan secara umum, hasil survei sebanyak 50 kota mengalami inflasi dan 32 kota mengalami deflasi. “Itu berdasarkan dari survei 82 kota mengacu indek harga konsumen,” kata Bambang.

Menurut di iInflasi tertinggi terjadi di Tual sebesar 1,59 persen dan terendah di Depok dan Mamuju sebesar 0,01 persen. “Sedangan deflasi tertinggi terjadi di Manado sebesar -1,04 persen dan terendah di Tembilahan 0,01 persen,” kata Bambang menjelaskan. (*)

loading...

Sebelumnya

Harga ikan mujair di pasar mama-mama Papua normal 

Selanjutnya

Ada program khusus dari Astra Motor di Honda DBL

Komen Saya

Laporan Warga

Simak Juga

Terkini

Populer
Dunia |— Minggu, 14 Oktober 2018 WP | 4860x views
Polhukam |— Selasa, 09 Oktober 2018 WP | 4273x views
Polhukam |— Minggu, 14 Oktober 2018 WP | 4130x views
Advertorial |— Selasa, 09 Oktober 2018 WP | 3475x views
Lembar Olahraga |— Rabu, 10 Oktober 2018 WP | 2921x views

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : [email protected]

Copyright © 2013. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe