Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide

  1. Home
  2. Pasifik
  3. Komisi Penyelidikan kekerasan seksual Samoa kritik sikap persalahkan korban
  • Selasa, 03 Oktober 2017 — 05:16
  • 747x views

Komisi Penyelidikan kekerasan seksual Samoa kritik sikap persalahkan korban

Ikatan antara saudara laki-laki dan perempuan atau feagaiga, yang merupakan bagian mendasar dari budaya Samoa, koyak saat laki-laki Samoa menyalahkan saudari mereka atas pelecehan seksual yang dialami saudarinya.
Komisi Penyelidikan Nasional Samoa kritik pendirian laki-laki Samoa yang persalahkan perempuan sebagai pemicu tindakan kekerasan seksual – RNZI/123RF
RNZI
Editor : Zely Ariane

PERHATIAN!!!

Penggunaan sebagian atau seluruh materi dalam portal berita ini tanpa seijin redaksi tabloidjubi.com akan dilaporkan kepada pihak berwenang sebagai tindakan pelanggaran terhadap Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2014 Tentang HAK CIPTA dan/atau UU RI Nomor 19 Tahun 2016 atas perubahan UU RI Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE)

Papua No. 1 News Portal I Jubi,

Apia, Jubi – Ketua Komisi Penyelidikan Nasional terkait kekerasan dalam rumah tangga Samoa memberi label pengecut kepada pendirian yang umumnya dipegang laki-laki Samoa bahwa perempuan turut berkontribusi pada tindakan kekerasan seksual terhadap mereka karena perilaku dan pilihan gayanya.

Dalam sebuah langkah yang belum pernah diambil sebelumnya, Maiava Iulai Toma, yang juga merupakan anggota Ombudsman negara itu, mengeluarkan sebuah pernyataan dua minggu sejak penyelidikan tersebut dimulai, mengecam perspektif pemikiran ini di kalangan sesama laki-laki Samoa.

Dia mengatakan bahwa pemikiran menyalahkan cara berpakaian dan berperilaku perempuan yang entah bagaimana ikut memicu “desakan primitif dalam diri laki-laki sehingga berada di luar kendali mereka (laki-laki)”, adalah bentuk dari perilaku menyalahkan korban (victim blaming) yang tidak dapat ditolerir.

Ketua Komisi Maiava juga mengatakan dengan terus menyalahkan korban (misalkan menyalahkan pilihan bajunya) membuat mereka juga bersalah atas kekerasan seksual yang terjadi pada mereka sebagai korban. Dan itu berarti tidak saja berpeluang membuat mereka jadi korban keduakalinya, tetapi juga memungkinkan para pelaku terus berperilaku demikian ambil terus menghindari pertanggungjawaban.

Maiava memuji keberanian mereka yang telah memberikan bukti-bukti dan kesaksian mengenai isu ini kepada Komisi dan mengatakan bahwa mereka adalah inspirasi dalam menghadapi tindakan pengecut yang merugikan struktur masyarakat, fa'aSamoa.

Ikatan antara saudara laki-laki dan perempuan atau feagaiga, yang merupakan bagian mendasar dari budaya Samoa, koyak saat laki-laki Samoa menyalahkan saudari mereka atas pelecehan seksual yang dialami saudarinya.

Maiava menegaskan bahwa waktu untuk pelaporan sudah hampir habis dan menurutnya Komisi ini sangat sedih melihat hasil pembelajaran dan observasi mereka tentang pemikiran seperti ini masih berlaku dan akan mengeksplorasi masalah ini secara penuh pada laporan mereka ke Parlemen yang akan keluar tahun depan.(Elisabeth C. Giay)

loading...

Sebelumnya

Vanuatu jadi tuan rumah Pekan Pertanian Pasifik pertama

Selanjutnya

Warisan nuklir Inggris di Pasifik dibongkar seorang penulis Australia

Komen Saya

Laporan Warga

Simak Juga

Populer
Polhukam |— Jumat, 11 Mei 2018 WP | 6394x views
Polhukam |— Jumat, 18 Mei 2018 WP | 2537x views
Domberai |— Sabtu, 12 Mei 2018 WP | 2506x views
Koran Jubi |— Sabtu, 12 Mei 2018 WP | 1430x views
Koran Jubi |— Sabtu, 12 Mei 2018 WP | 1221x views

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : [email protected]

Copyright © 2013. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe