Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide

  1. Home
  2. Lapago
  3. Dua kampung di Distrik Wame terisolir akibat jembatan putus
  • Selasa, 18 Oktober 2016 — 13:28
  • 626x views

Dua kampung di Distrik Wame terisolir akibat jembatan putus

“Kejadiannya pas hari Sabtu (15/10/2016) malam dimana hujan sangat lebat dan jembatan yang ada di kampung Yenenggame terbawa arus aliran air yang sangat deras bersama pagar gereja,” ungkap Penius Wenda di Wamena, Senin (17/10/2016).
Jembatan yang terputus, mengakibatkan masyarakat di dua kampung terisolir-Jubi/Ist
Islami Adisubrata
Editor : Kyoshi Rasiey
LipSus
Features |
Jumat, 22 Juni 2018 | 21:50 WP
Features |
Jumat, 22 Juni 2018 | 16:20 WP
Features |
Kamis, 21 Juni 2018 | 17:48 WP

PERHATIAN!!!

Penggunaan sebagian atau seluruh materi dalam portal berita ini tanpa seijin redaksi tabloidjubi.com akan dilaporkan kepada pihak berwenang sebagai tindakan pelanggaran terhadap Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2014 Tentang HAK CIPTA dan/atau UU RI Nomor 19 Tahun 2016 atas perubahan UU RI Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE)

Jubi | Portal Berita Tanah Papua No. 1,

Wamena, Jubi – Dua kampung yaitu Dogonema dan Melelebaga di Distrik Wame, Kabupaten Jayawijaya, Papua harus terisolir setelah jembatan yang menghubungkan dua kampung tersebut putus, akibat digerus arus air.

Hal ini disebabkan tingginya curah hujan yang terjadi hampir dua minggu ini di Kabupaten Jayawijaya, sehingga sungai maupun kali yang ada tidak mampu menampung debit air hujan.

Penius Wenda salah satu tokoh masyarakat distrik Wame mengungkapkan, akibat putusnya jembatan yang menghubungkan dua kampung tersebut, masyarakat tidak dapat mengakses jalan ke distrik Wamena Kota untuk sekolah, beribadah maupun melakukan menjual hasil pertanian mereka.

“Kejadiannya pas hari Sabtu (15/10/2016) malam dimana hujan sangat lebat dan jembatan yang ada di kampung Yenenggame terbawa arus aliran air yang sangat deras bersama pagar gereja,” ungkap Penius Wenda di Wamena, Senin (17/10/2016).

Selain itu, debit air hujan saat ini juga telah merendam lahan perkebunan masyarakat dan juga beberapa honai yang ada disekitaran kali yang ada di kampung Yenenggame.

“Kita harap segera ada tindakan dari pemerintah daerah untuk melihat jembatan putus tersebut, juga melakukan tindakan darurat yakni pembuatan jembatan atau bantuan lainnya,” harap Penius.

Terpisah, Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Jayawijaya, Amsal Wamo ketika dikonfirmasi mengakui bahwa hingga kini pihaknya belum menerima keterangan tertulis dari masyarakat dan juga distrik manapun, terkait adanya laporan bahwa terjadinya banjir dan juga jembatan putus.

“Meski begitu, BPBD tetap melakukan peninjuan di beberapa distrik yang rawan banjir pada saat musim penghujan tiba. Dirinya pun berharap masyarakat untuk selalu waspada dan juga segera melaporkan kepada BPBD segala kejadian yang disebabkan banjir maupun bencana apapun, disaat musim hujan ini,” kata Amsal Wamo. (Islami)

loading...

Sebelumnya

Solidaritas Mahasiswa Yahukimo: Jokowi datang bawa masalah saja

Selanjutnya

Tukang ojek asli Papua merasa terpinggirkan

Komen Saya

Laporan Warga

Simak Juga

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : [email protected]

Copyright © 2013. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe
wso shell IndoXploit shell wso shell hacklink hacklink satış hacklink wso shell evden eve nakliyat istanbul nakliyat evden eve nakliyat istanbul evden eve nakliyat evden eve nakliyat istanbul nakliyat