Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide

  1. Home
  2. Pasifik
  3. Warisan nuklir Inggris di Pasifik dibongkar seorang penulis Australia
  • Selasa, 03 Oktober 2017 — 05:21
  • 894x views

Warisan nuklir Inggris di Pasifik dibongkar seorang penulis Australia

"Tentu saja Inggris melakukan pengujian senjata atom di negara saya sendiri, Australia, namun uji bom hidrogen di Kiribati tidak terlalu diketahui oleh khalayak umum. Jadi, buku ini mengumpulkan banyak informasi yang dikompilasi dan menyajikan potret orang-orang yang menentang tes tersebut."
Pasukan Tentara Fiji di Pulau Christmas saat Operasi Grapple – RNZI/ Photo: Photo courtesy Loata Masi.
RNZI
Editor : Zely Ariane
LipSus
Features |
Kamis, 20 September 2018 | 09:41 WP
Features |
Rabu, 19 September 2018 | 16:08 WP
Features |
Selasa, 18 September 2018 | 07:24 WP
Features |
Senin, 17 September 2018 | 19:13 WP

PERHATIAN!!!

Penggunaan sebagian atau seluruh materi dalam portal berita ini tanpa seijin redaksi tabloidjubi.com akan dilaporkan kepada pihak berwenang sebagai tindakan pelanggaran terhadap Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2014 Tentang HAK CIPTA dan/atau UU RI Nomor 19 Tahun 2016 atas perubahan UU RI Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE)

Papua No. 1 News Portal I Jubi,

Suva, Jubi – Penulis sebuah buku baru mengenai pengujian senjata nuklir Pasifik berharap bukunya akan membawa lebih banyak sorotan pada tes nuklir Inggris di wilayah tersebut.

Uji coba nuklir AS dan Prancis di atol Bikini di Kepulauan Marshall dan Murorua dan Fangataufa atol di Tahiti sering menjadi bahan diskusi saat pembahasaan tentang warisan dampak lingkungan dan sosial dari pengujian nuklir Pasifik.

Namun, penulis buku ini, Nic McLellan, mengatakan bahwa uji coba bom hidrogen Inggris di pulau Kiritimati di Kiribati tidak begitu terdokumentasi sebanyak itu.

McLellan mengatakan tidak seperti AS dan Prancis, Inggris menolak menerima tanggung jawab atas dampak negatif dari tesnya terhadap kesehatan laki-laki, perempuan dan anak-anak setempat serta tentaranya sendiri dan pihak militer Fiji dan Selandia Baru yang turut mengamati tes tersebut.

“Tentu saja Inggris melakukan pengujian senjata atom di negara saya sendiri, Australia, namun uji bom hidrogen di Kiribati tidak terlalu diketahui oleh khalayak umum. Jadi, buku ini mengumpulkan banyak informasi yang dikompilasi dan menyajikan potret orang-orang yang menentang tes tersebut. Sangat penting untuk menyadari bahwa pada tahun 1950-an terjadi penolakan luas terhadap tes bom tersebut.”(Elisabeth C. Giay)

loading...

Sebelumnya

Komisi Penyelidikan kekerasan seksual Samoa kritik sikap persalahkan korban

Selanjutnya

Danau Voui di kawah gunung berapi Ambae naikkan potensi bahaya bagi Vanuatu

Komen Saya

Laporan Warga

Simak Juga

Terkini

Populer
Polhukam |— Jumat, 21 September 2018 WP | 6151x views
Koran Jubi |— Senin, 17 September 2018 WP | 5737x views
Polhukam |— Kamis, 20 September 2018 WP | 3865x views

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : [email protected]

Copyright © 2013. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe