Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide
  1. Home
  2. Pasifik
  3. Danau Voui di kawah gunung berapi Ambae naikkan potensi bahaya bagi Vanuatu
  • Selasa, 03 Oktober 2017 — 05:46
  • 541x views

Danau Voui di kawah gunung berapi Ambae naikkan potensi bahaya bagi Vanuatu

Danau terbesar disini, Danau Voui, adalah lokasi utama aktivitas vulkanik saat ini, dan tidak terlihat seperti danau-danau yang pernah Anda lihat sebelumnya.
Tanaman yang rusak akibat hujan asam di gunung berapi Ambrym, tetangga Ambae, pada tahun 2014 – The Conversation/Chris Firth
Editor : Zely Ariane

Papua No. 1 News Portal I Jubi,

Ambae, Jubi - Jika Anda menyalakan televisi minggu ini, Anda mungkin menonton liputan tentang potensi letusan Gunung Agung di Bali.

Namun, Gunung Agung bukan satu-satunya gunung api di kawasan ini yang sedang aktif. Evakuasi terhadap 10.000 penduduk di Vanuatu telah diumumkan akibat meningkatnya aktivitas vulkanik di gunung berapi Ambae.

Meskipun kedua gunung, Ambae dan Agung, dapat memicu ancaman signifikan terhadap populasi lokal, setempat, namun keduanya mewakili dua jenis gunung berapi yang sangat berbeda.

Faktanya, fitur yang berbeda dari gunung berapi Ambae dapat menimbulkan bahaya langsung.

Ambae juga berbeda dari bentuk gunung berapi umumnya. Ia tidak memiliki kerucut curam seperti gunung api pada umumnya, ia membentuk gunung dengan sudut lebih landai, bagai sebuah perisai yang terbaring rata di atas permukaan bumi.

Bukannya memiliki pipa ventilasi yang dalam dan diisi oleh danau lava (seperti tetangganya di selatan, Gunung Ambrym), puncaknya mengandung sebuah depresi dangkal yang berisi beberapa danau yang penuh air.

Danau terbesar disini, Danau Voui, adalah lokasi utama aktivitas vulkanik saat ini, dan tidak terlihat seperti danau-danau yang pernah Anda lihat sebelumnya.

Gas vulkanik, termasuk belerang, klorin dan karbon dioksida, dilepaskan ke dasar danau. Hal ini tidak hanya membuat pH danau menjadi sangat asam, tapi juga memberinya warna turquoise yang menyala.

Ketika gunung berapi ini terakhir meletus pada tahun 2005, abu dan lahar membangun kerucut di tengah danau ini, yang akhirnya mencapai ketinggian sekitar 50 meter di atas permukaan danau.

Akibatnya, interaksi antara lava, gas vulkanik dan air danau yang terus berubah menyebabkan fluktuasi dalam reaksi kimia. Hal ini mengubah warnanya yang beralih dari turquoise menjadi abu-abu dan akhirnya sampai ke warna merah tua.

Sejak itu, gunung berapi itu terus menerus menyemburkan gas dalam jumlah besar, yang lalu menjadi masalah bagi penduduk lokal selama beberapa tahun terakhir karena dapat menyebabkan hujan asam.

Hujan asam dapat membunuh tanaman.Ini adalah isu besar di Ambae karena sebagian besar penduduknya hidup dari tanaman pokok seperti pisang dan talas. Tanaman seperti ini memiliki daun besar yang sangat rentan terhadap hujan asam.

Selama beberapa minggu terakhir, emisi gas dari Ambae telah meningkat. Abu mulai keluar bersama dengan emisi gas sekitar pertengahan September, menunjukkan magma sudah sampai di permukaan.

Perubahan aktivitas vulkanik ini telah berulang kali menyebabkan Pemimpin Departemen Meteorologi dan Geohazards Vanuatu menaikkan tingkat kewaspadaan terhadap gunung berapi tersebut.

Pemantauan satelit menunjukkan bahwa aktivitas vulkanik terus meningkat. Pengamatan terbaru oleh pilot Angkatan Udara Selandia Baru melaporkan bahwa lava menyembur dari kawah di tengah Danau Voui.

Apakah ini bagian dari Cincin Api Pasifik?

Baik Gunung Agung dan Ambae duduk di “lingkaran api” Pasifik, dan kekuatan tektonik yang sama yang memperngaruhi kedua gunung berapi tersebut. Namun, hubungan yang lebih dekat lagi antara kedua gunung berapi tersebut sangat tidak mungkin.

Dalam satu hari, umumnya ada 20-30 gunung berapi yang meletus di seluruh dunia (walaupun biasanya letusan ini terjadi dalam skala yang lebih kecil dan jauh dari populasi besar, jadi tidak diberitakan).

Lantas bagaimana letusan di Ambae berbeda dengan Agung? Danau kawah di Ambae memiliki bahaya tertentu yang mungkin tidak ditemukan di tempat lain.

Alasan yang pertama melibatkan interaksi antara lava yang meletus dan air danau itu sendiri. Panasnya lava, yang kemungkinan bersuhu 1.000-1.100 ℃, dengan cepat mengubah air danau menjadi uap, bagaikan mencelupkan wajan panas ke dalam bak cuci piring.

Skenario 'dapur' bila ditingkatkan skalanya bisa meningkatkan seberapa besar letusannya, memberi letusan-letusan gunung berapi tersebut tambahan tenaga dan intensitas. Hal ini dapat menyebabkan materi yang melesit seperti bom lava untuk menemouh jarak yang lebih jauh, dan  meningkatkan jumlah abu yang dihasilkan.

Potensi bahaya yang lebih serius mungkin melibatkan meluapnya danau kawah itu sendiri. Jika letusan mulai memenuhi air danau, mungkin akan memicu longsoran gunung berapi yang dikenal sebagai “lahar”, yang akan membanjiri lereng gunung berapi, dengan potensi menggenangi desa dan kebun.

Cerita-cerita lokal menunjukkan bahwa desa-desa di pesisir selatan pulau itu terkena lahar pada akhir abad ke 19-an menyebabkan hilangnya banyak nyawa.

Yang terahir, ada potensi bahwa aktivitas vulkanis tersebut mungkin tidak hanya terjadi pada puncak gunung berapi. Sejarah geologi menunjukkan bahwa magma telah bergerak melalui celah di sisi gunung berapi selama letusan-letusan sebelumnya.

Ini berarti bahwa bukannya muncul di puncak gunung berapi yang jarang dihuni, lahar mungkin akan meletus di sepanjang pantai yang berpenduduk padat.

Evakuasi penduduk Ambae akan mencegah hilangnya banyak nyawa.(Elisabeth C. Giay)

*Chris Firth adalah seorang dosen Geologi di Macquarie University, Sydney, Australia.

Sumber: The Conversation

Sebelumnya

Warisan nuklir Inggris di Pasifik dibongkar seorang penulis Australia

Selanjutnya

Fiji turut rayakan kemerdekaan Tuvalu ke-39

Komen Saya

Laporan Warga

Simak Juga
Terkini

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : redaksionline@tabloidjubi.com

Copyright © 2016. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe