Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide
  1. Home
  2. Penkes
  3. Beasiswa belum cair, 85 persen mahasiswa KOMAPO cuti kuliah 
  • Selasa, 03 Oktober 2017 — 19:23
  • 1104x views

Beasiswa belum cair, 85 persen mahasiswa KOMAPO cuti kuliah 

"Teman-teman kami yang kuliah di luar kota, tidak lagi dibiayai Pemda Pegubin. Baik uang kuliah, tempat tinggal (kos) mahasiswa. Akibatnya banyak yang tidak melanjutkan kuliah dan cuti," sampainya.
Sejumlah Mahasiswa Pegubin di Yogyakarta saat mengamen di Malioboro - IST
Agus Pabika
pabikaa169@gmail.com
Editor : Galuwo

Papua No. 1 News Portal I Jubi

Jayapura, Jubi - Sejumlah mahasiswa tergabung dalam KOMAPO (Komunitas Mahasiswa Pelajar Aplim Apom se-Jawa, Bali, Sulawesi, Kalimantan dan Sumatera), Kabupaten Pegunungan Bintang, koordinator wilayah Yogyakarta, melakukan aksi penggalangan dana dengan mengamen di Titik Nol Kilometer, Malioboro, Yogyakarta, Sabtu (30/9/2017).

Hal tersebut disampaikan Ketua Perwakilan Mahasiswa Kabupaten Pegunungan Bintang (Pegubin), Kota Studi Jayapura, Moristus Taplo, saat diwawancarai Jubi, Selasa (3/10/2017), di Sentani.

"Teman-teman kami yang kuliah di luar kota, tidak lagi dibiayai Pemda Pegubin. Baik uang kuliah, tempat tinggal (kos) mahasiswa. Akibatnya banyak yang tidak melanjutkan kuliah dan cuti," sampainya.

Kondisi mahasiswa Pegubin di luar Papua, kata dia, semakin hari kian kritis. Sudah kurang lebih 85% mahasiswa cuti kuliah selama dua semester atau satu tahun.

"Tempat tinggal pun sudah tidak ada, sehingga terpaksa harus nebeng atau numpang di kos teman yang masih sanggup bayar. Itu info yang kami terima dari teman-teman di sana," sampainya.

Ia menambahkan sejak Januari 2017 hingga sekarang, biaya studi, uang makan, dan tempat tinggal yang biasanya diterima mahasiswa setiap bulannya, diberhentikan oleh Pemda, juga lembaga-lembaga yang bekerja sama dengan Pemda untuk menyalurkan biaya kuliah mahasiswa.

"Alasannya akan diberlakukan beasiswa dengan melihat IPK (indeks prestasi kumulatif), dan ditangani langsung oleh badan buatan bupati, yaitu BPSDM Pegunungan Bintang, dengan syarat dan ketentuan tersendiri," katanya.

Ia juga mempertanyakan bagaimana nasib mereka yang orangtuanya tidak punya penghasilan tetap, yang sehari-hari hanya bertani, lantas IPK-nya di bawah 2.75.

"Mahasiswa bagian dari tulang punggung dan aset daerah, ini tugas dan tanggung jawab Pemda membiayai mahasiswa, karena kami SDM Pegubin," tegasnya.

Sementara Sekjen KOMAPO, Hoesea Deal, mengaku sudah berupaya termasuk telah dua kali ke Oksibil, Kabupaten Pegunungan Bintang, untuk menyampaikan aspirasi mahasiswa kepada bupati, namun upaya itu tidak membuahkan hasil maksimal. 

"Kata bupati dan BPSDM hanya, 'nanti minggu depan dan tunggu', bagaimana mahasiswa dapat bertahan hidup dengan kata-kata seperti itu? Kami harap Pemda dapat mendengar keluhan dan kendala yang kami hadapi sekarang ini," katanya. (*)

Sebelumnya

Seluruh puskesmas di Nabire akan dijadikan Kawasan Bebas Rokok

Selanjutnya

Mahasiswa demo balik ketua STISIPOL

Komen Saya

Laporan Warga

Simak Juga
Terkini

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : redaksionline@tabloidjubi.com

Copyright © 2016. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe