Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide
  1. Home
  2. Ibukota
  3. Bursa calon Ketua AJI Indo mulai bergeliat, Syofiardi pastikan siap bertarung
  • Selasa, 03 Oktober 2017 — 22:52
  • 1037x views

Bursa calon Ketua AJI Indo mulai bergeliat, Syofiardi pastikan siap bertarung

Padahal, lanjutnya, tantangan bagi AJI tiga tahun ke depan dan untuk tapak periode berikutnya makin berat. Berat, karena banyak pihak mulai kembali menggunakan transformasi "pasal karet" melalui undang-undang baru, yaitu UU ITE.
Syofiardi Bachyul (berkacamata) bersama sejumlah jurnalis di Kota Jayapura, Papua usai training keredaksian yang diselenggarakan oleh Jubi - Dok. Jubi
Hengky Yeimo
yeimohengky@gmail.com
Editor :

Papua No. 1 News Portal I Jubi,

Jayapura, Jubi - Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Indonesia dalam waktu kurang dari dua bulan lagi akan menyelenggarakan Kongres Nasional. Salah satu agenda kongres adalah memilih Ketua Umum dan Sekretaris Jenderal untuk periode berikutnya.  Namun sejauh ini, bursa calon ketua umum maupun sektretaris jenderal masih belum diramaikan oleh nama-nama calon.

Hal ini membuat gusar jurnalis senior asal Padang, Syofiardi Bachyul.

“Kongres AJI ke-10 makin dekat, kurang dari dua bulan lagi. Tetapi kandidat belum bermunculan. Ini sesuatu yang mengkhawatirkan bagi kaderisasi kepemimpinan di AJI. Kita tidak ingin kongres yang pasti dibiayai mahal akhirnya hanya memunculkan kandidat yang tidak siap. Yang terkesan terpaksa, atau melawan kotak kosong,” kata pria yang akrab dipanggil Uda Syof ini kepada Jubi, Selasa (3/10/2017).

Padahal, lanjutnya, tantangan bagi AJI tiga tahun ke depan dan untuk tapak periode berikutnya makin berat. Berat, karena banyak pihak mulai kembali menggunakan transformasi "pasal karet" melalui undang-undang baru, yaitu UU ITE.                      

“Untuk semua itu AJI mesti mempersiapkan pemimpin yang betul-betul matang.Salah satu dengan proses alih kepemimpinan yang matang,” harapnya.

Koresponden Jakarta Post ini mengaku siap maju sebagai kandidat Ketua Umum AJI Indonesia. Sebagai senior di AJI, Syofiardi sangat paham dengan persoalan yang membelit jurnalis-jurnalis di Indonesia. Ia mengunggulkan program ketenagakerjaan dan kesejahteraan bagi jurnalis. Tekadnya jika terpilih nanti akan mendatangi kantor media, terutama di Jakarta untuk mendesak koresponden dan kontributor digaji tetap sesuai UU Ketenagakerjaan dan mendesak Disnaker mengawasi eksekusinya.

Ia pun akan memperjuangkan kebebasan pers dan kebebasan berekspresimelalui  kampanye masif anti kriminalisasi jurnalis dan penghapusan pasal karet UU ITE.

Untuk AJI kota, pria yang sudah menjadi jurnalis selama 28 tahun ini akan memberlakukan pemerataan program serta mendorong kemandirian AJI Kota.

“Kegiatan AJI di setiap kota, perlu dibarengi dengan adanya pemerataan program. Di bidang promosi, pengurus AJI perlu membenahi website resmi AJI di setiap kota untuk lahirnya efektivitas kampanye gerakan,” ujar salah satu majelis Etik AJI Indonesia ini

Uji Kompetensi Jurnalis juga menjadi salah satu program yang dikedepankan.  Ia akan mendorong pelaksanaan uji kompetensi jurnalis (UKJ) agar semua anggota berkompeten di bidangnya.

Mantan ketua AJI Kota Jayapura dua periode, Victor Mambor mengatakan AJI Indonesia adalah organisasi yang dibangun dengan semangat perlawanan dan penegakan etika serta profesionalisme jurnalis. Itu yang membedakan AJI dengan organisasi sejenis.

“Memang zaman sudah berubah. Kita tidak hidup lagi di masa rezim seperti Soeharto. Media pun sudah semakin beragam. Tapi etika dan profesionalisme adalah roh jurnalistik. AJI ada untuk menjaga itu,” kata Mambor.

Ia berharap ketua AJI yang terpilih nantinya mengedepankan penegakkan etika dan profesionalisme dalam program kerja pengurus baru.

“Tentu kesejahteraan dan upah yang layak bagi jurnalis juga harus menjadi fokus pengurus nanti,” tutupnya.

Berikut adalah program yang ditawarkan oleh Syofiardi :

+ Ketenagakerjaan/kesejahteraan : Mendatangi kantor media (terutama di Jakarta) untuk mendesak koresponden/ kontributor digaji tetap sesuai UU Ketenagakerjaan dan mendesak Disnaker mengawasi eksekusinya.
+ Kebebasan Pers/Kebebasan Berekspresi: Kampanye masif anti kriminalisasi jurnalis dan penghapusan pasal karet UU ITE.
+ Profesi: Menggenjot pelaksanaan UKJ untuk mencapai semua anggota (yang mau UKJ) kompeten.
+ Peningkatan Kapasitas Anggota: Pendidikan jurnalistik dan media baru di AJI-AJI kota secara bergiliran untuk mendorong daya saing anggota AJI di dunia pers.
+ Fasilitas Organisasi: Mendorong kemandirian sekretariat AJI kota dan fasilitas pendukung.
+ Kegiatan AJI Kota: Pemerataan kegiatan/program di AJI-AJI kota.
+ Promosi: Membenahi website resmi AJI kota untuk efektivitas kampanye gerakan AJI.
+ Media Alternatif: mMndorong tumbuhnya media alternatif di Indonesia yang dimotori anggota-anggota untuk mengimbangi keberagaman informasi. (*)

Sebelumnya

SKCK "pembunuh" nasib eks teroris

Selanjutnya

Komen Saya

Laporan Warga

Simak Juga
Terkini

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : redaksionline@tabloidjubi.com

Copyright © 2016. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe