Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide

  1. Home
  2. Jayapura Membangun
  3. Tenaga kesehatan berstatus ASN harus bekerja maksimal 
  • Rabu, 04 Oktober 2017 — 11:23
  • 1003x views

Tenaga kesehatan berstatus ASN harus bekerja maksimal 

Sebelas Pegawai Tidak Tetap (PTT) berprofesi dokter di sejumlah puskesmas dan ratusan bidan serta suster diangkat menjadi Apartur Sipil Negera (ASN) di lingkup Pemerintah Kabupaten Jayapura.
Bupati Jayapura, Mathius Awoitauw (tengah), saat foto bersama dengan 11 dokter PTT yang menerima SK ASN, didampingi Sekda (paling kanan), dan Kepala BKPSDM, Aleks Rumbobiar (paling kiri), usai apel pagi - Jubi/Engel Wally  
Engelbert Wally
Editor : Dewi Wulandari
LipSus
Features |
Kamis, 20 September 2018 | 09:41 WP
Features |
Rabu, 19 September 2018 | 16:08 WP
Features |
Selasa, 18 September 2018 | 07:24 WP

PERHATIAN!!!

Penggunaan sebagian atau seluruh materi dalam portal berita ini tanpa seijin redaksi tabloidjubi.com akan dilaporkan kepada pihak berwenang sebagai tindakan pelanggaran terhadap Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2014 Tentang HAK CIPTA dan/atau UU RI Nomor 19 Tahun 2016 atas perubahan UU RI Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE)

Papua No. 1 News Portal I Jubi,

Sentani, Jubi - Sebelas Pegawai Tidak Tetap (PTT) berprofesi dokter di sejumlah puskesmas dan ratusan bidan serta suster diangkat menjadi Apartur Sipil Negera (ASN) di lingkup Pemerintah Kabupaten Jayapura.

Pengangkatan pegawai ini ditandai dengan pemberian Surat Keputusan (SK) pada apel pagi Pemkab Jayapura di halaman upacara Gunung Merah Sentani, yang diserahkan secara langsung oleh Bupati Jayapura.

Bupati Jayapura, Mathius Awoitauw, mengatakan tenaga kesehatan yang sudah diangkat menjadi ASN dapat melaksanakan tugas mereka dengan baik dan bertanggung jawab atas semua pekerjaan pelayanan kepada masyarakat dimanapun mereka akan ditempatkan.

“Dokter dan bidan PTT ini sudah lama mengabdi di daerah ini. Tenaga medis di daerah ini masih minim dan membutuhkan tenaga mereka. Ini cara kita memberdayakan mereka untuk kembali bertugas melayani masyarakat," kata Bupati Mathius Awoitauw, di Sentani, Rabu (4/10/2017).

Terkait teknis penempatan bagi tenaga kesehatan ini, akan diatur oleh dinas terkait.

"Kehadiran mereka kiranya dapat memenuhi persoalan di tengah masyarakat yang masih bersungut-sungut soal pelayanan kesehatan di rumah sakit, puskesmas, dan juga posyandu," kata Bupati.

Kepala Badan Kepegawaian Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) kabupaten Jayapura, Aleks Rumbobiar, mengatakan dengan diberikan SK sebagai ASN maka tugas dan beban pelayanan harus dikerjakan dengan baik dan bertanggung jawab.

"Status ini sifatnya mengikat. Jelas ada konsekuensi yang akan diterima apabila yang bersangkutan tidak melaksanakan tugas dengan baik. Tetapi terlebih dari apa yang diterima ini adalah bentuk perhatian pemerintah daerah terhadap status mereka yang sudah bekerja dan mengabdikan diri dalam pelayanan kesehatan," ungkapnya. (*)

 

loading...

Sebelumnya

Bupati Jayapura: Jalankan roda pemerintahan, ikuti perkembangan zaman

Selanjutnya

Bupati Jayapura: ASN tetap bekerja meski pilkada belum ada keputusan final 

Komen Saya

Laporan Warga

Simak Juga

Populer
Polhukam |— Jumat, 21 September 2018 WP | 6282x views
Koran Jubi |— Senin, 17 September 2018 WP | 5869x views
Pilihan Editor |— Selasa, 25 September 2018 WP | 5270x views

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : [email protected]

Copyright © 2013. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe