close
Iklan Kominfo
Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide

  1. Home
  2. Mamta
  3. Jafar Umar disebut dalam sosialisasi ormas radikal
  • Rabu, 04 Oktober 2017 — 14:05
  • 986x views

Jafar Umar disebut dalam sosialisasi ormas radikal

Jafar perlu diwaspadai sebagai penyebar kebencian dan anti toleran di Papua.
ilustrasi lukisan simbol toleransi dan keberagaman
Hengky Yeimo
Editor : Edi Faisol

PERHATIAN!!!

Penggunaan sebagian atau seluruh materi dalam portal berita ini tanpa seijin redaksi tabloidjubi.com akan dilaporkan kepada pihak berwenang sebagai tindakan pelanggaran terhadap Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2014 Tentang HAK CIPTA dan/atau UU RI Nomor 19 Tahun 2016 atas perubahan UU RI Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE)

Papua No. 1 News Portal I Jubi,

Jayapura, Jubi – Nama Jafar Umar Thalib disebut dalam sosialisasi ormas radikal oleh pemerintah Kota Jayapura. Jafar perlu diwaspadai sebagai penyebar kebencian dan anti toleran di Papua.

“Sebelum Jafar Umar Thalib pindah ke Kabupaten Keerom, ia bermukim di area Koya Barat distrik Muara Tami,” kata Kepala Dinas Kesatuan Bangsa dan Politik, Kota Jayapura, Everth Merauje, Rabu (4/10/2017).

Everth mengaku terus mensosialisasikan kepada masyarakat agar tidak menerima organisasi kemasyarakatan radikal dan Jafar Umar Thalib di Kota Jayapura. “Sekarang dia bermukim di kabupaten Keerom, dia membeli tanah seluas 28 hektar awalnya digunakan untuk pertanian tetapi dialih fungsikan untuk membangun pesantren,”  kata Everth menambahkan.

Ia memastikan tidak melarang penyebarkan agama karena telah dijamin undang-undang dan dilindungi negara. Selain itu juga setiap orang berhak memeluk agamanya masing-masing. “Namun yang ditentang ialah radikalisme tidak mengikuti empat pilar bangsa, UUD 1945, Pancasila, dan NKRI,” katanya.

Menurut dia, Jafar Umar Thalib dan ormas radikal lainnya tidak patuh pada empat pilar, mereka malah mau mengubah ideologi negara menjadi syariat Islam.

Ketua Majelis Umat Kristen Indonesia (MUKI) Kota Jayapura, Dedi Patywael, menilai kehadiran Jafar Umar Thalib di Papua, khususnya di kota Jayapura sangat meresahkan. Dedi menyebutkan Kota Jayapura sebagai barometer kehidupan keberagamaan harus dijaga.

"Sudah beberapa kali gabungan organisasi menyampaikan aspirasi ini kepada pemerintah daerah dan saya sendiri yang langsung menyampaikan menolak Jafar Umar Thalib,” kata Dedi. (*)

 

loading...

Sebelumnya

Kebersihan terminal bandara Sentani tergantung kesadaran masyarakat

Selanjutnya

Sem Pigai menjadi ketua pengurus YPPGI Papua

Komen Saya

Laporan Warga

Simak Juga

Populer
Dunia |— Minggu, 14 Oktober 2018 WP | 4952x views
Polhukam |— Minggu, 14 Oktober 2018 WP | 4345x views
Domberai |— Minggu, 21 Oktober 2018 WP | 4102x views
Otonomi |— Rabu, 17 Oktober 2018 WP | 2549x views

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : [email protected]

Copyright © 2013. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe