Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide

  1. Home
  2. Lapago
  3. Ratusan mama Papua cegah penjualan BBM ilegal
  • Rabu, 04 Oktober 2017 — 14:16
  • 807x views

Ratusan mama Papua cegah penjualan BBM ilegal

Sebanyak 186 mama Papua di Kabupaten Jayawijaya menyatakan siap membantu pemerintah dalam pencegahan penjualan BBM ilegal guna menstabilkan harga bensin di tingkat pengecer yang saat ini mencapai Rp 50 ribu per liter.
Penjual bensin eceran dan minyak tanah di pedalaman Papua - IST 
ANTARA
Editor : Dewi Wulandari
LipSus
Features |
Kamis, 20 September 2018 | 09:41 WP
Features |
Rabu, 19 September 2018 | 16:08 WP
Features |
Selasa, 18 September 2018 | 07:24 WP

PERHATIAN!!!

Penggunaan sebagian atau seluruh materi dalam portal berita ini tanpa seijin redaksi tabloidjubi.com akan dilaporkan kepada pihak berwenang sebagai tindakan pelanggaran terhadap Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2014 Tentang HAK CIPTA dan/atau UU RI Nomor 19 Tahun 2016 atas perubahan UU RI Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE)

Papua No. 1 News Portal I Jubi,

Wamena, Jubi - Sebanyak 186 mama Papua di kabupaten Jayawijaya menyatakan siap membantu pemerintah dalam pencegahan penjualan BBM ilegal guna menstabilkan harga premiun di tingkat pengecer yang saat ini mencapai Rp 50 ribu per liter.

Ratusan mama Papua mendatangi Kantor Dinas Tenaga Kerja, Perindustrian, dan Perdagangan (Nakerindag), Selasa (3/10/2017) siang, bertemu pejabat Disnakerindag, Arisman Chaniago.

"Tujuan kami mengumpulkan mama-mama pengecer ini agar bersama-sama kembali menstabilkan harga BBM jenis premium sehingga terjangkau oleh masyarakat di pasaran. Mama-mama ini memberikan respon baik," kata Kabid Perdagangan Nakerindag, Arisman Chaniago, di Wamena, Ibu Kota Kabupaten Jayawijaya.

Bahkan mereka berjanji akan membantu pemerintah ikut melakukan teguran-teguran atau melaporkan jika menemukan pedagang BBM eceran ilegal.

Dari pertemuan itu, menurut dia, 186 mama Papua yang mendapat izin dari pemkab untuk menjual BBM eceran itu minta agar kuota BBM yang diberikan kepada mereka ditambah.

"Selama ini kita berikan 40 liter per minggu. Mereka minta kalau bisa pemerintah menambah menjadi 60 liter per minggu. Permintaan ini akan saya teruskan kepada pimpinan. Mudah-mudahan usul mereka dipertimbangkan," kata Arisman.

Selain berkoordinasi dengan mama-mama pengecer tersebut, pihaknya juga melakukan pengawasan dan pembinaan langsung ke penjual BBM di lapangan guna menekan harga BBM dan akhirnya dari harga Rp 50 ribu per liter, turun menjadi Rp 30 ribu per liter.

Mama-mama pengecer BBM itu juga sudah sepakat untuk menjual BBM yang diberikan kepada mereka dengan harga Rp15 ribu per liter sebagaimana kesepakatan bersama dengan Nakerindag Jayawijaya.

"Harga Rp 15 ribu per liter BBM khusus premium (di tingkat pengecer) ini menurut kami sudah sangat toleransi dan dapat dijangkau oleh masyarakat," kata Arisman. (*)

 

loading...

Sebelumnya

Martha Rumaseuw pimpin bank Papua di Wamena

Selanjutnya

Bupati Yahukimo resmikan Lapter Bunahaik

Komen Saya

Laporan Warga

Simak Juga

Populer
Pilihan Editor |— Selasa, 25 September 2018 WP | 9489x views
Polhukam |— Jumat, 21 September 2018 WP | 6375x views
Koran Jubi |— Senin, 17 September 2018 WP | 6015x views
Berita Papua |— Senin, 24 September 2018 WP | 4566x views

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : [email protected]

Copyright © 2013. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe