Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide
  1. Home
  2. Dunia
  3. Keinginan merdeka Catalonia, dari sejarah hingga sepak bola
  • Rabu, 04 Oktober 2017 — 17:46
  • 491x views

Keinginan merdeka Catalonia, dari sejarah hingga sepak bola

Catalonia adalah salah satu daerah terkaya di Spanyol, menyumbang 18,8 persen GDP Spanyol, dibandingkan dengan 17,6 persen dari Madrid.
Referendum Catalonia berujung pada kekisruhan yang merembet pada kekerasan dengan aparat Spanyol.Reuters/Jubi
Editor : Syam Terrajana

Papua No. 1 News Portal I Jubi

Catalonia, Jubi - Presiden Catalonia Carles Puidgemont berkeras mendeklarasikan kemerdekaan dari Spanyol dalam hitungan hari, menyusul referendum kemerdekaan yang didukung 90 persen warganya, akhir pekan lalu.

Dalam wawancara perdana yang dikutip Reuters, Rabu (4/10/2017), Puigdemont mengatakan pemerintahannya akan mendeklarasikan pemisahan dari Spanyol "pada akhir pekan ini atau sekitar awal pekan depan."

Sejauh ini, pemerintah Spanyol tidak mengakui referendum yang diikuti sekitar 5,3 juta warga Catalan itu, karena dianggap tidak sesuai dengan konstitusi.

Puidgemont menyebut intervensi Perdana Menteri Spanyol Mariano Rajoy untuk mengendalikan pemerintahan Catalonia “akan menjadi sebuah kesalahan yang bakal mengubah segalanya.”

Sejak referendum berlangsung, tidak ada komunikasi yang dilakukan antara para pemimpin Catalonia dan pemerintah Spanyol.

Ia kemudian meminta bantuan internasional, khususnya Uni Eropa, untuk memediasi perselisihan Barcelona dengan Madrid.

Dia mengatakan parlemen Uni Eropa tidak bisa terus mengabaikan krisis politik yang telah memicu bentrokan antara otoritas Spanyol dan warga nasionalis Catalan hingga melukai ratusan orang ini.

Parlemen Eropa dijadwalkan menggelar debat khusus membahas referendum Catalonia. Presiden Parlemen Uni Eropa Antonio Tajani mengatakan pembahasan akan dilakukan sesuai dengan konstitusi dan aturan hukum Spanyol.

Meski begitu, parlemen Eropa tidak akan menggelar voting resolusi usai pertemuan berlangsung.

Sejauh ini, komisi Eropa menolak untuk ikut campur dalam konflik yang digambarkan sebagai masalah internal Spanyol ini.

Uni Eropa mendesak kedua belah pihak untuk "bergerak cepat dalam melakukan dialog" dalam penyelesaian.

"Kekerasan tidak akan pernah bisa menjadi alat politik, kami percaya kepemimpinan PM Rajoy untuk menangani dan menghadapi proses yang sulit ini sesuai konstitusi Spanyol dan HAM," kata komisi Eropa dalam sebuah pernyataan.

Sementara itu, Raja Spanyol, Felipe VI, menuding pemimpin Catalonia sebagai hama yang menggerogoti prinsip demokrasi dan memecah belah masyarakat.

"Saat ini masyarakat Catalonia retak dan dalam konflik. Mereka (pemimpin Catalonia) telah melanggar sistem peraturan yang disetujui secara hukum , menunjukkan ketidaksetiaan terhadap negara yang tidak dapat diterima," kata Raja Felipe VI seperti yang dilansir Reuters pada 4 Oktober 2017.

Langkah Raja Felipe VI angkat bicara mengenai masalah Catalonia dianggap sebagai intervensi langka. Biasanya raja yang berusia 49 tahun ini memilih diam dalam urusan politik Spanyol.

Pidato Raja Felipe VI juga dianggap sebagai pertanda seberapa dalam Spanyol terguncang oleh referendum Catalonia dan tindakan keras polisi yang melukai 900 orang.

Ada sejumlah alasan mengapa Catalonia ingin merdeka dari Spanyol. Pertama dari aspek sejarah, Catalonia adalah wilayah independen Semenanjung Iberia yang terletak di antara Spanyol dan Portugal, dengan bahasa, undang-undang dan kebiasaannya yang berbeda.

Raja-raja selanjutnya mencoba memberlakukan bahasa dan undang-undang Spanyol di wilayah tersebut. Namun di Catalonia terus terjadi pemberontakan untuk memisahkan diri dari Spanyol. Puncaknya ketika pada 1938, ketika diktator Spanyol, Jenderal Francisco Franco membantai 3.500 milisi separatis Catalonia.

Kedua secara politik, partai-partai yang dibentuk oleh kekuasaan di Madrid sangat tidak populer di Catalonia yang memiliki penduduk lebih dari 7 juta jiwa. Rakyat Catalonia merupakan pendukung setia partai kanan jauh, Convergence and Union (CiU), pimpinan Presiden Catalonia, Artur Mas.

Pada aspek ekonomi, Catalonia dikenal telah lama menjadi jantung industri Spanyol dan yang pertama untuk kekuatan maritim dan perdagangan barang seperti tekstil, keuangan, layanan dan perusahaan hi-tech.

Catalonia adalah salah satu daerah terkaya di Spanyol, menyumbang 18,8 persen GDP Spanyol, dibandingkan dengan 17,6 persen dari Madrid.

Dengan memisahkan diri akan menghasilkan produk domestik bruto sebesar US$ 314 miliar menurut perhitungan oleh OECD. Fakta ini akan menjadikan ekonomi Catalonia terbesar ke-34 di dunia dan membuatnya lebih besar dari Portugal atau Hong Kong.

Makanan dan sepak bola

Warga Catalonia juga dikenal sangat bangga dengan makanan dan koki mereka, seperti Ferran Adria, dari El Bulli, dan Jordi Cruz, yang memenangkan bintang Michelin pertamanya pada usia 25 tahun. El Celler de Can Roca dinobatkan sebagai restoran terbaik di dunia untuk tahun 2013, dan berada di urutan kedua pada 2014.

Catalonia juga memiliki idola klub sepak bola sendiri yakni FC Barcelona, yang menjadi pesaing utama Real Madrid yang merepresentasikan penguasa Spanyol. Duel kedua klub yang disebut "El Clasico" merupakan sebuah peristiwa besar bagi kedua kota tersebut.(*)

Sumber: CNN Indonesia/Tempo.co
 

#

Sebelumnya

Bagaimana melabeli pelaku brutal tragedi Las Vegas?

Selanjutnya

Oxford copot gelar kehormatan Suu Kyi

Komen Saya

Laporan Warga

Simak Juga
Terkini

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : redaksionline@tabloidjubi.com

Copyright © 2016. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe