Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide
  1. Home
  2. Pasifik
  3. Deteksi dini masalah pendengaran di Kepulauan Marshall tuai pujian
  • Rabu, 04 Oktober 2017 — 17:51
  • 316x views

Deteksi dini masalah pendengaran di Kepulauan Marshall tuai pujian

“Para profesional di sini berkomitmen untuk mengobati orang-orang di negara mereka,” kata Cahill. "Anda bisa melihatnya sendiri, mereka sangat berbakti pada anak-anak.”
Chinilla Peter (kanan), dan staf Nancy Rushmer mengajarkan bahasa isyarat kepada seorang ibu dan anak kecil yang alami gangguan pendengaran – RNZI/ Hilary Hosia
RNZI
redaksi@tabloidjubi.com
Editor : Zely Ariane

Papua No. 1 News Portal I Jubi,

Majuro, Jubi – Sebuah tim dari Centers for Disease Control (CDC) AS mengatakan mereka terkesan dengan kerja dari program Early Hearing Detection and Intervention (Deteksi dan Intervensi Dini Pendengaran, EHDI) di Kepulauan Marshall.

Mengikuti kunjungan baru-baru ini ke Ebeye dan Majuro, Marcus Gaffney, pemimpin dari Seksi EHDI di CDC dan Eric Cahill, seorang ilmuwan kesehatan yang juga bekerja di CDC, bergabung dengan audiolog Ray Miner untuk kunjungan ke kedua pulau tersebut untuk bekerja dengan Koordinator EHDI, Chinilla Pedro dan staf rumah sakit yang menyediakan layanan untuk bayi dan anak-anak.

Ahli audiologi Miner mengambil alih pengelolaan dana program dari Jean Johnson, seorang profesor Universitas Hawaii yang pensiun bulan lalu setelah mengawasi program EHDI sejak didirikan di Kepulauan Marshall pada tahun 2011.

“Para profesional di sini berkomitmen untuk mengobati orang-orang di negara mereka,” kata Cahill. "Anda bisa melihatnya sendiri, mereka sangat berbakti pada anak-anak.”

Gaffney menjelaskan bahwa pendanaan CDC mendukung dari sisi data program pemberian layanan ini dan telah membentuk sebuah sistem kerja untuk melacak dan memantau bayi dan anak-anak dengan masalah pendengaran.

Perawat-perawat rumah sakit dapat menyaring masalah pendengaran pada bayi baru lahir di kedua rumah sakit.

Jika bayi tidak lulus pengecekan, mereka kemudian didiagnosa dan menerima intervensi, jika diperlukan.

Tujuannya, kata Gaffney, adalah untuk memastikan bayi yang baru lahir melakukan tes pada bulan pertama kelahiran, diagnosa dilakukan dalam waktu tiga bulan, dan intervensi dimulai setelah enam bulan.

Program EHDI Kepulauan Marshal pada awalnya didanai selama enam tahun, 2011-17.

Gaffney mengatakan hal program ini telah menunjukkan banyak kemajuan dalam waktu itu dan siklus pendanaan tiga tahun baru yang dimulai awal tahun ini bertujuan untuk “meneruskan kemajuan ini dan memastikan layanan diagnostik dan intervensi tersedia.”(Elisabeth C.Giay)

loading...

Sebelumnya

Fiji turut rayakan kemerdekaan Tuvalu ke-39

Selanjutnya

French Polynesia hadiri pertemuan Komite Dekolonisasi PBB

Komen Saya

Laporan Warga

Simak Juga
Terkini

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : redaksionline@tabloidjubi.com

Copyright © 2016. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe