Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide
  1. Home
  2. Pasifik
  3. Kepada Vanuatu yang resah: kita bangsa yang kuat dan tangguh
  • Rabu, 04 Oktober 2017 — 18:02
  • 1569x views

Kepada Vanuatu yang resah: kita bangsa yang kuat dan tangguh

"Kita kuat, kita dibesarkan di pulau-pulau vulkanik, nenek moyang kita melakukan perjalanan melintasi samudra, kita percaya kepada Tuhan, dengan demikian, kita kuat, dan tangguh dan kita akan terus maju."
Gunung Berapi Lombenben (Manaro Voui) – DVU/ Jino Suaki, Facebook
PINA
redaksi@tabloidjubi.com
Editor : Zely Ariane

Papua No. 1 News Portal I Jubi,

Suva, Jubi – Kita telah bertahan dari kekuatan dan keganasan topan kategori 5; kita tetap berdiri meskipun berlutut, dan kita saling membantu untuk bangkit kembali, membangun dan terus maju.

Kita kuat dan tangguh.

Sebagai mahasiswa yang jauh dari rumah saya Vanuatu, hati saya berat dengan melankoli dan kesedihan saat saya melihat rekan-rekan mahasiswa saya yang khawatir dan cemas menghubungi keluarga mereka di Ambae untuk memeriksa apakah mereka aman dari letusan Gunung Berapi Lombenben (Manaro Voui).

Saya dapat melihat kegelisahan dan kekhawatiran di wajah para mahasiswa saat mereka melakukan segala upaya dan mencoba yang terbaik menjangkau orang yang mereka cintai untuk memastikan mereka baik-baik saja.

Saya dapat melihat bahwa walaupun keluarga mereka di Ambae mengatakan dalam keadaan aman, banyak mahasiswa yang masih sangat tertekan dan terganggu oleh bencana alam ini.

Saya bersimpati dengan banyak rekan sejawat saya terutama mengingat kenyataan bahwa kita sekarang mendekati akhir semester dan ada banyak tugas akhir yang harus dikumpulkan dan revisi yang harus dilakukan untuk persiapan ujian akhir.

Banyak mahasiswa sangat terganggu oleh bencana alam ini dan memang hal ini merupakan tantangan besar, tidak hanya bagi mahasiswa yang memiliki keluarga di Pulau Ambae tapi juga untuk semua orang dari Vanuatu, saat kita menghadapi tantangan besar ini sekaligus harus melakukan penyesuaian untuk memenuhi tantangan lain yang datang sebagai dampak dari erupsi ini.

Negara kami yang indah Vanuatu, yang kita semua panggil sebagai rumah dan kampung halaman, terbentuk dari jajaran gunung berapi tidur dan aktif yang berdampak pada realitas kehidupan sehari-hari masyarakat kita.

Kami adalah orang-orang dari kepulauan vulkanik dan kami membawa kekuatan, keteguhan dan gelora dari dalam pusat bumi.

Seperti bait dari cendekiawati tercinta kita Grace Molisa, yang pernah mencurahkan melalui puisinya, fakta ini, bahwa kita memiliki semangat pribumi Vanutau yang didasarkan pada status vulkanik yaitu ‘kekukuhan’.

Kita memiliki hati untuk berbagi, saling mendukung dan berdiri bersama sebagai bangsa di negara yang indah ini.

Saya mengambil kesempatan ini untuk mengucapkan terima kasih kepada pemilik kapal-kapal lokal, awak kapal, dan semua orang yang membantu masyarakat Ambae dengan mengevakuasi masyarakat ke tempat penampungan yang lebih aman karena ini memang adalah semangat persatuan dan kesatuan yang mengikat kita semua bersama-sama dan membuat kita selalu kuat melalui segala cobaan dan bencana.

Saya sangat senang melihat orang Ambae yang tinggal di Port Vila yang mengorganisir dan memobilisasi makanan dan bantuan penting lainnya terhadap keluarga-keluarga yang terkena dampak erupsi ini.

Pemerintah juga telah mengalokasikan Vt 200 Juta. Penanggulangan Bencana Nasional atas saran dan peringatannya yang teratur, media yang terus-menerus memberikan informasi terbaru, dan setiap orang yang telah berkontribusi dalam satu atau

lain cara.

Pulau Aoba (Ambae) yang indah dimana Gunung Manaro berada, merupakan kampung halaman  dari banyak warga Vanuatu yang telah sukses. Beberapa di antaranya telah menciptakan sejarah untuk negara ini dengan menduduki berbagai posisi di pemerintahan dan berkontribusi terhadap kemajuan bangsa ini.

Saya mengerti bahwa sulit bagi banyak penduduk Ambae untuk meninggalkan rumah, kebun, ternak, dan lingkungan sekitar yang telah menjadi bagian dari kehidupan mereka, tapi mari kita semua berharap bahwa relokasi ini hanya bersifat sementara karena ‘rumah adalah tempat di mana hati kita berada’ dan sudah pasti

semua orang akan pulang.

Namun, adalah keharusan bagi setiap orang untuk berhati-hati dan pindah karena keselamatan (kita) itu sangat penting bila menyangkut bahaya alam.

Kita telah belajar selama topan Pam dimana banyak orang memilih mengacuhkan peringatan dan, akibatnya, banyak yang telah menderita dampak fatal yang ditimbulkan oleh Pam.

Kita mungkin rentan dalam banyak hal tapi kita tahu bagaimana untuk kembali menjadi lebih kuat karena kita adalah orang-orang dari Samudra terbesar di dunia.

Seperti yang pernah dikatakan Epeli Hauofa, penulis dan antropologis asal Tonga, “gagasan tentang sesuatu yang kecil itu relatif ... jika kita melihat mitos, legenda dan tradisi lisan, dan kosmologi masyarakat Oseania, akan terlihat jelas bahwa mereka tidak melihat dunia mereka sebagai sesuatu yang berproporsi kecil. Alam semesta mereka tidak hanya terdiri dari permukaan tanah, tapi juga lautan sejauh yang bisa mereka lintasi dan budidayakan, dunia di bawah tanah dengan penghuninya yang mengendalikan api dan menggetarkan bumi, dan langit di atas dengan hierarki dewa-dewa yang berkuasa dan bintang-bintang dan konstelasi bintang yang dapat diandalkan oleh manusia untuk membimbing jalan mereka melintasi lautan. Dunia mereka tidaklah kecil. Mereka berpikir besar dan menceritakan perbuatan mereka dalam proporsi besar... Penduduk Kepulauan (Pasifik) sekarang masih sering melebih-lebihkan semua hal. Kecil hanya ada dalam pikiran dan budi”.

Oleh karena itu, saya ingin mengakhiri ini dengan mengatakan bahwa kita kuat, kita dibesarkan di pulau-pulau vulkanik, nenek moyang kita melakukan perjalanan melintasi samudra, kita percaya kepada Tuhan, dengan demikian, kita kuat, dan tangguh dan kita akan terus maju.(Elisabeth C.Giay)

*Komentar ditulis oleh Harrison Selmen, mahasiswa Vanuatu di Suva, Fiji.

loading...

Sebelumnya

French Polynesia hadiri pertemuan Komite Dekolonisasi PBB

Selanjutnya

Perempuan Tonga antusias calonkan diri di pemilihan mendatang

Komen Saya

Laporan Warga

Simak Juga
Terkini

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : redaksionline@tabloidjubi.com

Copyright © 2016. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe