Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide

  1. Home
  2. Polhukam
  3. Mama-mama Papua di Jayawijaya bantu pemerintah cegah penjualan BBM ilegal
  • Rabu, 04 Oktober 2017 — 21:20
  • 1233x views

Mama-mama Papua di Jayawijaya bantu pemerintah cegah penjualan BBM ilegal

"Selama ini kita berikan 40 liter per minggu, mereka meminta kalau bisa pemerintah menambah menjadi 60 liter per minggu dan akan saya teruskan kepada pimpinan, mudah-mudahan usul mereka dapat dipertimbangkan," katanya.
Ilustrasi SPBU - Tempo.co
ANTARA
Editor : Galuwo
LipSus
Features |
Kamis, 20 September 2018 | 09:41 WP
Features |
Rabu, 19 September 2018 | 16:08 WP
Features |
Selasa, 18 September 2018 | 07:24 WP
Features |
Senin, 17 September 2018 | 19:13 WP

PERHATIAN!!!

Penggunaan sebagian atau seluruh materi dalam portal berita ini tanpa seijin redaksi tabloidjubi.com akan dilaporkan kepada pihak berwenang sebagai tindakan pelanggaran terhadap Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2014 Tentang HAK CIPTA dan/atau UU RI Nomor 19 Tahun 2016 atas perubahan UU RI Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE)

Papua No. 1 News Portal I Jubi

Wamena, Jubi - Tingginya angka penjualan BBM ilegal, sehingga harga BBM di Papua meningkat tajam, membuat 186 mama-mama Papua di Kabupaten Jayawijaya, Provinsi Papua, menyatakan sikap untuk membantu pemerintah dalam pencegahan penjualan BBM ilegal.

Hal tersebut dilakukan guna menstabilkan harga bensin di tingkat pengecer yang mencapai Rp50 ribu per liter. Selasa, (3/10/2017), ratusan mama-mama Papua itu, mendatangi Kantor Dinas Tenaga Kerja, Perindustrian dan Perdagangan (Nakerindag), kemudian bertemu dengan pejabat Nakerindag, Arisman Chaniago.

"Tujuan kami mengumpulkan mama-mama pengecer ini, agar bersama-sama kembali menstabilkan harga BBM jenis bensin, sehingga terjangkau oleh masyarakat di pasaran dan mama-mama ini memberikan respons baik," kata Kabid Perdagangan Nakerindag, Arisman Chaniago, di Wamena, Ibu Kota Kabupaten Jayawijaya, di hari yang sama.

Bahkan, kata dia, mereka berjanji membantu pemerintah untuk ikut menegur atau melaporkan jika menemukan pedagang bensin eceran ilegal.

Dari pertemuan itu, menurut dia, 186 mama Papua yang mendapat izin dari pemkab untuk menjual bensin eceran itu, meminta agar kuota bensin yang diberikan kepada mereka ditambah.

"Selama ini kita berikan 40 liter per minggu, mereka meminta kalau bisa pemerintah menambah menjadi 60 liter per minggu dan akan saya teruskan kepada pimpinan, mudah-mudahan usul mereka dapat dipertimbangkan," katanya.

Selain berkoordinasi dengan mama-mama pengecer tersebut, pihaknya juga melakukan pengawasan dan pembinaan langsung ke penjual bensin di lapangan, guna menekan harga bensin dan akhirnya dari harga Rp50 ribu per liter, turun menjadi Rp30 ribu per liter.

"Setelah melakukan pengawasan, harga bensin secara perlahan-lahan sudah mengalami penurunan dari Rp50 ribu per liter, sekarang Rp30 ribu per liter," katanya.

Mama-mama pengecer bensin itu juga sudah sepakat untuk menjual bensin yang diberikan kepada mereka, dengan harga Rp15 ribu per liter sebagaimana kesepakatan bersama dengan Nakerindag Jayawijaya.

"Harga Rp15 ribu per liter BBM khusus bensin (di tingkat pengecer) ini, menurut kami sudah sangat toleran dan dapat dijangkau masyarakat," katanya. (*)

loading...

Sebelumnya

Ribuan pil PCC diamankan Polres Merauke dari seorang wanita

Selanjutnya

Panwaslu diminta perhatikan kondisi holistik daerah

Komen Saya

Laporan Warga

Simak Juga

Terkini

Populer

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : [email protected]

Copyright © 2013. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe