Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide
  1. Home
  2. Pasifik
  3. Ditemukan, tikus raksasa di cerita tradisional Kepulauan Solomon
  • Kamis, 05 Oktober 2017 — 06:55
  • 399x views

Ditemukan, tikus raksasa di cerita tradisional Kepulauan Solomon

“Penting sekali kita mencari tahu keberadaan mereka sehingga kita dapat menemukan cara untuk melestarikannya. Dalam kasus vika, sepertinya penebangan hutan merupakan ancaman yang sangat besar terhadap spesies tersebut.”
Spesies tikus raksasa misterius yang dapat membuka buah kelapa dengan giginya di Kepulauan Solomon ditemukan oleh para ilmuwan – The Guardian/Tyrone Lavery
Editor : Zely Ariane

Papua No. 1 News Portal I Jubi,

Vangunu, Jubi – Spesies tikus raksasa misterius berhabitat di kanopi hutan hujan lebat di Kepulauan Solomon dan terkenal karena dapat membuka buah kelapa dengan giginya telah ditemukan oleh para ilmuwan dan kemungkinan akan segera didaftar sebagai spesies yang terancam punah.

Selama beberapa dasawarsa, keberadaan spesies itu telah dipelajari oleh ilmuwan akibat sebuah publikasi yang mencatat pengetahuan tradisional Kepulauan Solomon tentang ekologi tikus tersebut. Misalnya, pada tahun 1995, satu dokumen melaporkan cerita tradisional tentang “tikus raksasa pemakan kelapa” yang tinggal di pepohonan.

Tyrone Lavery, pakar bidang mammalia dari Museum Field di Chicago, mendengar desas-desus tentang adanya tikus raksasa berhidung mirip possum di Pulau Vangunu dalam perjalanan pertamanya ke Kepulauan Solomon pada tahun 2010, oleh penduduk setempat hewan ini disebut “vika”.

Tapi setelah upaya penjeratan yang luas, pencarian menggunakan senter dan kamera malam yang diaktifkan oleh gerakan dibawah dipimpinan Lavery gagal mengungkapkan tikus yang sering diceritakan itu. Satu-satunya petunjuk yang ditemukan Lavery adalah kotoran tikus besar di tahun 2011.

Pada tahun 2016, saat sebuah pohon ditebang penduduk desa tempat Lavery bekerja melihat satu tikus raksasa jatuh ke tanah dengan luka-luka serius. Tikus tersebut meninggal tak lama kemudian, namun Lavery mengatakan bahwa para tetua di Desa Zaira dengan yakin mengidentifikasi spesimen tersebut sebagai vika.

Lavery mengatakan dia terdorong menemukan tikus karena jiwa petualangannya dan kepedulian terhadap pelestarian alam.

“Saya senang karena saat itu saya baru saja memulai PhD saya dan saya membaca banyak buku tentang orang-orang yang melakukan petualangan dan menemukan spesies baru,” kata Lavery. “Ini adalah kasus yang sangat menarik. Ada pengetahuan tradisional bahwa (tikus Vika) itu ada. Dan ada catatan sejarah lama dari para antropolog dan orang lain yang telah mengunjungi pulau itu bahwa spesies ini nyata.

“Penting sekali kita mencari tahu keberadaan mereka sehingga kita dapat menemukan cara untuk melestarikannya. Dalam kasus vika, sepertinya penebangan hutan merupakan ancaman yang sangat besar terhadap spesies tersebut.”(The Guardian/Elisabeth C.Giay)

Sebelumnya

Perempuan Tonga antusias calonkan diri di pemilihan mendatang

Selanjutnya

Masyarakat pesisir PNG menolak penambangan bawah laut

Komen Saya

Laporan Warga

Simak Juga
Terkini

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : redaksionline@tabloidjubi.com

Copyright © 2016. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe