Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide

  1. Home
  2. Anim Ha
  3. Tuntunan Rp 7 triliun belum dipenuhi, sumber air Rawa Biru dipalang pemilik ulayat
  • Kamis, 05 Oktober 2017 — 09:14
  • 1057x views

Tuntunan Rp 7 triliun belum dipenuhi, sumber air Rawa Biru dipalang pemilik ulayat

Salah satu sumber air minum bagi masyarakat kota Merauke dan sekitarnya di Rawa Biru, dipalang masyarakat pemilik hak ulayat. Akibatnya, pelanggan air di kota Merauke dalam beberapa hari terakhir kesulitan mendapatkan air bersih.
Kantor PT Wedu (sebelumnya PDAM) yang berlamat di Jalan Trikora, kabupaten Merauke – Jubi/Frans L Kobun
Ans K
Editor : Dewi Wulandari
LipSus

PERHATIAN!!!

Penggunaan sebagian atau seluruh materi dalam portal berita ini tanpa seijin redaksi tabloidjubi.com akan dilaporkan kepada pihak berwenang sebagai tindakan pelanggaran terhadap Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2014 Tentang HAK CIPTA dan/atau UU RI Nomor 19 Tahun 2016 atas perubahan UU RI Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE)

Papua No. 1 News Portal I Jubi,

Merauke, Jubi - Salah satu sumber air minum bagi masyarakat kota Merauke dan sekitarnya di Rawa Biru, dipalang masyarakat pemilik hak ulayat. Akibatnya, pelanggan air di kota Merauke dalam beberapa hari terakhir kesulitan mendapatkan air bersih.

Wakil Bupati Merauke, Sularso, kepada wartawan, Rabu (4/10/2017), menjelaskan pihaknya telah memerintahkan Direktur PT Wedu ke Rawa Biru sekaligus melakukan koordinasi bersama Kepala distrik Sota serta kepala kampung setempat untuk menanyakan persoalan yang terjadi hingga dilakukan pemalangan.

“Saya juga belum tahu alasan pemalangan dilakukan. Jadi dengan keberangkatan Dirut PT Wedu, sekaligus dapat mengetahui persoalan sesungguhnya dan bisa diambil langkah penyelesaian,” ujarnya.

Namun demikian, lanjut Wabup, palang harus dibuka terlebih dahulu supaya air bisa mengalir dan kebutuhan air bersih masyarakat di kota dapat dilayani.

“Saya juga bingung dengan pemalangan yang dilakukan. Karena tak mengetahui alasan mendasarnya. Ya, kalau ada persoalan, mari kita duduk bersama membicarakan,” pintanya.

Kapolres Merauke, Ajun Komisaris Besar Polisi (AKBP) Bahara Marpaung, menambahkan pemalangan baru berlangsung beberapa hari lalu.

“Saya akan koordinasi bersama Bupati Merauke, Frederikus Gebze, agar dikomunikasikan bersama masyarakat pemilik ulayat sehingga palang dapat dibuka,” katanya.

Menyangkut permintaan tuntutan ganti rugi, Kapolres mengatakan angkanya sangat fantastis yakni Rp 7 triliun.

“Saya kira ini perlu dibicarakan kembali antara pemerintah bersama pemilik ulayat supaya palang dibuka dan tak berdampak terhadap pelayanan air bersih bagi masyarakat kota,” pintanya. (*)

 

loading...

Sebelumnya

Es kelapa muda di jalan Raya Mandala diserbu pembeli

Selanjutnya

Sebanyak 100 unit rumah dibangun untuk OAP

Komen Saya

Laporan Warga

Simak Juga

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : [email protected]

Copyright © 2013. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe