Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide

  1. Home
  2. Anim Ha
  3. Sebanyak 100 unit rumah dibangun untuk OAP
  • Kamis, 05 Oktober 2017 — 09:42
  • 673x views

Sebanyak 100 unit rumah dibangun untuk OAP

Pemerintah kabupatem Merauke akan membangun sebanyak 100 unit rumah untuk masyarakat orang asli Papua (OAP). Sumber dana pembangunan rumah tersebut dana Otonomi Khusus (Otsus). Rumah-rumah tersebut akan dibangun antara lain di Bokem, Urum, Tanah Miring, dan Semangga. Setiap kampung akan dibangun rumah yang jumlahnya bervariasi antara 5 hingga 9 unit, disesuaikan kondisi rumah penduduk setempat.
Masyarakat asli Papua di salah satu kampung di distrik Sota kabupaten Merauke – Jubi/Frans L Kobun
Ans K
Editor : Dewi Wulandari
LipSus
Features |
Sabtu, 24 Februari 2018 | 11:20 WP
Features |
Sabtu, 24 Februari 2018 | 11:03 WP
Features |
Kamis, 22 Februari 2018 | 22:57 WP
Features |
Kamis, 22 Februari 2018 | 07:49 WP

Papua No. 1 News Portal I Jubi,

Merauke, Jubi - Pemerintah kabupatem Merauke akan membangun sebanyak 100 unit rumah untuk masyarakat orang asli Papua (OAP). Sumber dana pembangunan rumah tersebut dana Otonomi Khusus (Otsus). Rumah-rumah tersebut akan dibangun antara lain di Bokem, Urum, Tanah Miring, dan Semangga. Setiap kampung akan dibangun rumah yang jumlahnya bervariasi antara 5 hingga 9 unit, disesuaikan kondisi rumah penduduk setempat.

Hal ini disampaikan Kepala Dinas Perumahan dan Tata Kota Kabupaten Merauke, Paino, kepada Jubi, Rabu (4/10/2017).

Proses tender sudah selesai dan sudah ada pemenangnya. Pekerjaan pembangunan perumahan akan segera dimulai.

Paino menambahkan selain pembangunan 100 unit rumah baru, juga akan merehab bangunan rumah berat dan ringan sebanyak 418 unit di sejumlah kampung. Sumber dananya dari dana alokasi khusus (DAK). Selain itu ada penambahan pembangunan 8 unit rumah baru dari dana Pemerintah Provinsi Papua. Pembangunan dikhususkan kepada masyarakat asli Papua.

Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Merauke, Moses Kaibu, minta pembangunan perumahan masyarakat dilakukan juga di kampung-kampung di distrik Kimaam, Waan, maupun Tabonji.

“Banyak rumah masyarakat sudah rusak dan tidak layak ditempati lagi. Olehnya, perlu perhatian serius dari pemerintah karena umumnya masyarakat disana adalah orang asli Papua,” katanya. (*)
 

loading...

Sebelumnya

Tuntunan Rp 7 triliun belum dipenuhi, sumber air Rawa Biru dipalang pemilik ulayat

Selanjutnya

Pengerjaan ratusan pot di sepanjang jalan Spadem dihentikan sementara

Komen Saya

Laporan Warga

Simak Juga

Populer
Berita Papua |— Sabtu, 17 Februari 2018 WP | 7048x views
Dunia |— Jumat, 23 Februari 2018 WP | 3865x views
Penkes |— Rabu, 21 Februari 2018 WP | 3196x views
Lapago |— Jumat, 16 Februari 2018 WP | 2437x views
Terkini

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : [email protected]

Copyright © 2013. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe