Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide
  1. Home
  2. Jawa
  3. Pengrajin ukir Jepara tularkan keahlian ke Papua
  • Kamis, 05 Oktober 2017 — 13:11
  • 807x views

Pengrajin ukir Jepara tularkan keahlian ke Papua

Mereka mentransfer ketrampilan dengan cara mengirim tenaga ukir atas permintaan Menteri pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak, Yohana Yembise.
Seorang pengarjin ukir di kampung sembada ukir Desa Petekean, Kecamatan Tahunan, Kabupaten Jepara, Jawa Tengah, Jubi/Edi Faisol
Edi Faisol
redaksi@tabloidjubi.com
Editor : Edi Faisol

Papua No. 1 News Portal I Jubi,

Jepara, Jubi- Pengrajin kampung sembada ukir Desa Petekean, Kecamatan Tahunan, Kabupaten Jepara, Jawa Tengah, telah menularkan keahlianya ke sesama pengrajin di kawasan danau Sentani. Mereka mentransfer ketrampilan dengan cara mengirim tenaga ukir atas permintaan Menteri pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak, Yohana Yembise.

“Kami kirim empat personil ke Sentani khusus melatih warga sana,” kata  Ketua paguyuban sembada ukir Gemah Ripah Raharja, Nur Khadir, Kamis (5/10/2017).

Empat  pengrajin  ukir asal Jepara hidup selama empat bulan membekali keahlian ukir dengan tehknik model khas Jepara. Nur Khadir menjelaskan, sebenarnya pengrajin ukir di Sentani sudah punya keahlian membuat patung. “Kami hanya memperkenalkan motif dan alat lebih lengkap, karena selama ini pengrajin di Sentani masih menggunakan alat memahat dengan pisau tradisional,” kata Nur menambahkan.

Pengrajin yang dikirim itu telah menyelesaikan tugasnya pada bulan Agustus lalu. Ia berharap hadirnya tenga ahli kerajinan tradisional khas Jepara itu mampu menambah kemampuan penyempurnaan karya patung Papua yang menjadi salah satu kekayaan asli kerajinan daerah.

Kampung sembada ukir Desa Petekean sendiri masih bertahan di tengah persaingan industri mebel besar. Kampung dengan jumlah penduduk 3.800 kepala keluarga itu sebagian besar menjadi pelaku industri kecil mebel skala rumahan.

Sebanyak 90 persen keluarga di kampung ini memproduksi mebel, jenisnya minimalis poduk atau hiasan rumah tangga. Kampung yang dulu tergolong miskin itu menjadi salah salah dari kampung lain di Jepara yang ditetapkan sebagai kawasan sembada ukir. Petekean sendiri mejadi kampung sembada ukir jenis minimalis,  sedangkan kampung lain yang menjadi sembada patung dan dan relief.

“Ini ditetapkan sebagai kampung Sembada sekaligus kampung wisata oleh Pemda,” katanya.

Sebelumnya para pengrajin produk tradisional di Kabupaten Kaimana, Provinsi Papua  mengaku butuh perhatian pemerintah untuk megembangkan produksi dan pemasaran secara luas. Keinginan itu terkait dengan  sejumlah hambatan yang membuat produk mereka kurang diminati publik.

“Selama ini belum ada ruang yang disediakan pemerintah daerah bagi kelompok pengrajin. Sehingga produk yang dihasilkan oleh anggota kelompok, tidak bisa dipasarkan,” kata Kans Taran, seorang pengrajin hiasan kepala dari bulu Kasuari, yang berdomisili di Kaimana, saat mengikuti pameran Pesparawi yang digelar oleh pemerintah daerah setempat.

Kans mengaku selama ini kesempatan menjual hasil kerajinan hanya melalui pameran. Itu pun pameran yang diadakan oleh Pemerintah dan hanya sekali dalam setahun. “Kalau untuk memasarkan keluar, masih agak sulit,” kata Kans menambahkan.

Ia menjelaskan, hambatan yang dialami  selain tidak ada operasional, tapi juga hasil kerajinan yang dibuat belum bagus. Kondisi itu akibat pembinaan, pelatihan di luar Kaimana belum diadakan. Bahkan, menurut Kans, nilai jual produk yang dibuat belum memiliki daya saing yang bagus. (*)

loading...

Sebelumnya

Hadapi persaingan, PT Pos Indonesia terus tingkatkan layanan

Selanjutnya

Sambut HUT ke 24, SMA Negeri 3 Buper gelar berbagai kegiatan

Komen Saya

Laporan Warga

Simak Juga
Terkini

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : redaksionline@tabloidjubi.com

Copyright © 2016. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe