Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide
  1. Home
  2. Kalimantan
  3. Rita, yang korupsi yang “berprestasi”
  • Kamis, 05 Oktober 2017 — 18:37
  • 2202x views

Rita, yang korupsi yang “berprestasi”

Pembangunan di masa Rita dinilai tidak banyak menyentuh rakyat kalangan bawah
Bupati Kutai Kartanegara Rita Widyasari. Kartini.co.id/Jubi
Editor : Syam Terrajana

Papua No. 1 News Portal I Jubi

Tenggarong, Jubi - Tersangka penerima gratifikasi, Bupati Kutai Kartanegara Rita Widyasari, menerima banyak penghargaan. Ia punya beberapa penghargaan dari pemerintah RI, juga penghargaan dari luar negeri.

Rita mendapatkan kehormatan Satyalancana Karya Bhakti Praja Nugraha yang langsung diberikan Presiden RI Joko Widodo pada 28 April 2015.

Penghargaan itu diberikan kepada Rita karena dinilai serius menggarap pembangunan kesejahteraan keluarga dan masyarakat di wilayahnya.

Putri kedua Bupati Kukar terdahulu, Syaukani HR, itu juga pernah menerima penghargaan dari Pusat Kajian Negara sebagai salah satu inspirator pembangunan daerah pada 2017. Penghargaan itu diserahkan Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo.

Namun pembangunan di masa Rita dinilai tidak banyak menyentuh rakyat kalangan bawah. “Tidak terlalu menyentuh rakyat kecil,” kata Nova, ibu rumah tangga yang tinggal di Kecamatan Tenggarong, Kutai Kartanegara, yang mengkritik Rita melalui pesan pendeknya untuk Tempo, Kamis, 5 Oktober 2017.

Nova mengeluhkan kotanya yang tak punya layanan transportasi umum. “Semua menggunakan kendaraan pribadi,” katanya.

Meski listrik dan air bersih jarang padam, tapi kualitas airnya buruk. Jalanan dan layanan kesehatan di Tenggarong, yang berada di pusat pemerintahan, kata dia, dalam kondisi baik. Namun kemajuan itu belum banyak dirasakan kecamatan lain.

Rita Widyasari, kelahiran Tenggarong, 7 November 1973, pernah menerima penghargaan di tingkat internasional.

Ia menerima penghargaan Global Leadership Award 2016 dari majalah bisnis The Leader International, juga American Leadership Development Association, sebuah penghargaan untuk pemimpin yang memberi teladan dan berhasil membangun perekonomian.

Nova mempertanyakan penghargaan itu. “Kapan dapatnya?” Ia merasa Rita tidak banyak meningkatkan perekonomian rakyat. Menurut dia, Rita tak pantas mendapatkannya. Rakyat bahkan kesulitan hanya untuk berbelanja sehari-hari ke pasar.

Pasca mencuatnya pemberitaan Rita ditetapkan jadi tersangka sejak Selasa (26/9) lalu, membuat warga antara percaya tidak percaya. Tidak percaya, lantaran Rita dikenal baik dan seringkali mengikuti pengajian warga. Bahkan ada gerakan di medsos dengan tagar #SaveBundaRita.

"Kaget, tapi masih tidak percaya ya. Karena ibu Rita itu, rajin ikut pengajian, baik dengan warga," kata seorang ibu rumah tangga, Fadillah (45), warga Loa Ipuh, Kutai Kartanegara, kepada merdeka.com, .

Pascapenetapan tersangka, memang warga masih dibuat bertanya-tanya kasus sebenarnya yang membelit Rita, yang di tengah warganya akrab dipanggil dengan sebutan Bunda Rita itu.

Rita menjadi Bupati Kukar sejak 2010. Pada periode pertama kepemimpinannya, ia berpasangan dengan Gufron Yusuf hingga 2015. Pada periode kedua, dia berpasangan dengan Edi Damansyah. (*)

Sumber: Tempo.co/Merdeka.com
 

loading...

#

Sebelumnya

Penyandang Disabilitas mengadu ke DPRD Banjarmasin

Selanjutnya

Para tersangka korupsi yang melawan KPK

Komen Saya

Laporan Warga

Simak Juga
Terkini

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : redaksionline@tabloidjubi.com

Copyright © 2016. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe