Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide
  1. Home
  2. Pasifik
  3. Siswa siswi asal Ambae ditempatkan di sekolah-sekolah sementara
  • Jumat, 06 Oktober 2017 — 07:34
  • 400x views

Siswa siswi asal Ambae ditempatkan di sekolah-sekolah sementara

MOET melaporkan bahwa total 3.687 anak sekolah dan 116 guru dari Ambae dipindahkan ke beberapa pulau setelah krisis gunung berapi Lombenben.
Penduduk Pulau Ambae saat melakukan evakuasi ke pulau-pulau sekitar pecan lalu – DVU/Anita Roberts
Vanuatu Daily
redaksi@tabloidjubi.com
Editor : Zely Ariane

Papua No. 1 News Portal I Jubi,

Santo, Jubi – Tujuh puluh persen siswa di tahun akhir sekolah menengah atas dan lebih dari setengah siswa siswi lainnya dari sekolah-sekolah di kawasan gunung berapi di Pulau Ambae telah memulai kembali kegiatan belajar mereka.

Sebanyak 145 sarjana pengajar dari Pusat Pelatihan Pedesaan Londua dan Torgil akan mulai mengajar di Saint Michelle di Santo minggu depan.

Siswa yang pindah secara sukarela ke pulau lain harus mulai mengatur transportasi dan pindah ke Santo. Semua tenaga pengajar dari Torgil sudah berada di Saint Michelle namun tidak ada informasi yang diterima oleh Kementerian Pendidikan Vanuatu (MOET) yang telah menginstruksikan agar semua siswa di Ambae dipindahkan ke sekolah-sekolah di Santo.

Mahasiswa ditahun-tahun terakhir, khususnya kelas 12 dan 13 yang pindah ke Pentakosta dan Maewo dan mereka yang secara sukarela pindah ke Port Vila harus segera kembali ke Santo.

Sembilan sekolah di Santo telah mengkonfirmasi bahwa mereka siap mengakomodasi siswa-siswa dari Ambae yang sedang evakuasi, termasuk yang bearda di Maewo dan di Pentakosta.

Beberapa siswa telah mendaftar di sekolah-sekolah di Port Vila seperti Malapoa College, Central School, Centre Ville, dan Epauto.

Jika ada masalah dengan pendaftaran, sekolah harus menghubungi MOET dan bukan orang tua.

Direktur Layanan Pendidikan di MOET, Roy Obed, meminta para kepala sekolah dan guru untuk pindah ke Santo dalam minggu ini untuk melanjutkan tugas mengajar dan melanjutkan persiapan untuk ujian-ujian akhir yang akan datang.

“Ketidakhadiran anda (guru-guru dan kepala sekolah) di sekolah-sekolah di Santo yang telah membuka pintu mereka tidak hanya memberi beban tambahan pada kepala sekolah dan guru  yang telah berbaik hati ini, namun juga mempersulit siswa siswi kami untuk pulih dari stres akibat trauma bencana alam ini dan mempersiapkan mereka untuk ujian akhir tahun,” tegasnya.

MOET melaporkan bahwa total 3.687 anak sekolah dan 116 guru dari Ambae dipindahkan ke beberapa pulau setelah krisis gunung berapi Lombenben.(Elisabeth C.Giay)

loading...

Sebelumnya

Tegak hadapi bencana, seperti ini proses evakuasi rakyat Vanuatu dalam keadaan serba terbatas

Selanjutnya

Kekerasan marak, PNG moratorium ijin kepemilikan senjata

Komen Saya

Laporan Warga

Simak Juga
Terkini

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : redaksionline@tabloidjubi.com

Copyright © 2016. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe