Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide
  1. Home
  2. Pasifik
  3. Mengubah kopi jadi emas
  • Jumat, 06 Oktober 2017 — 07:51
  • 350x views

Mengubah kopi jadi emas

Untuk mengubah usaha ini menjadi sukses dia tahu penting sekali bekerja sama dengan masyarakat setempat, untuk memberdayakan mereka melihat nilai di pohon kopi yang tumbuh liar di semak belukar. “Bagi kami, ini bukan tentang kopi. Ini juga tentang membantu masyarakat desa mendapatkan penghasilan yang stabil,” kata Luke.
Salah satu pekerja di pabrik pengolahan biji kopi Bula Coffee di Sigatoka, Fiji –Facebook page of Bula Coffee
Editor : Zely Ariane

Papua No. 1 News Portal I Jubi,

Sigatoka, Jubi – Luke Fryett cukup ingin melakukan sesuatu agar bisa membantu masyarakat. Tidak mengherankan jika dia membangun hubungan dekat dengan sebagian penduduk desa di Valley Rd di Sigatoka.

Melalui uasahanya, Bula Coffee, Luke telah memberikan banyak manfaat hingga ke tingkat akar rumput. Dia telah menyaksikan langsung perkembangan yang dapat terjadi dengan hanya memberdayakan masyarakat dan memberi mereka alat yang tepat untuk memajukan kehidupan mereka dan komunitas tempat tinggal mereka.

Berasal dari Selandia Baru, Luke pertama kali datang ke Fiji untuk berlibur pada tahun 1993. Kunjungan keduanya terjadi sekitar tahun 2006-2007 saat keluarganya memenangkan undian berhadian untuk liburan ke Fiji.

“Saya bertemu dengan beberapa teman dan mereka membawa saya ke kolam air panas, di kampung melewati Keiyasi.  Kami ingin melakukan sesuatu untuk masyarakat lokal jadi kami bertanya apakah ada sesuatu yang mereka inginkan di desa, dan mereka memberi tahu kami bahwa mereka memerlukan sebuah aula,” kata Luke saat berbagi di pabrik Bula Coffee di Sigatoka.

“Kami bilang kami akan membantu mereka dengan pendanaan aula itu jika mereka melakukan pembangunnya sendiri. Mereka sangat senang ketika aula itu selesai dibangun.”

Pada saat itulah mereka menemukan pohon kopi di lembah dan melihat potensi besar untuk mengubah kopi lokal menjadi produk yang kompetitif di pasaran.

Untuk mengubah usaha ini menjadi sukses dia tahu penting sekali bekerja sama dengan masyarakat setempat, untuk memberdayakan mereka melihat nilai di pohon kopi yang tumbuh liar di semak belukar.

Sekitar tahun 2011-2012, mereka memulai usaha kopi dengan satu desa dan dengan segera desa-desa tetangga terlibat dan mulai memasok biji kopi.

“Bagi kami, ini bukan tentang kopi. Ini juga tentang membantu masyarakat desa mendapatkan penghasilan yang stabil,” kata Luke.(Fiji Times/Elisabeth C.Giay)

Sebelumnya

Feminisasi kemiskinan di Pasifik: perlu data dan pendekatan khusus gender

Selanjutnya

Kecelakaan kapal di Palau makan korban turis dari Tiongkok

Komen Saya

Laporan Warga

Simak Juga
Terkini

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : redaksionline@tabloidjubi.com

Copyright © 2016. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe