Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide
  1. Home
  2. Ekonomi
  3. Tingkatkan kualitas produk, Disperindagkop latih 25 pengrajin batik
  • Jumat, 06 Oktober 2017 — 12:08
  • 510x views

Tingkatkan kualitas produk, Disperindagkop latih 25 pengrajin batik

Sebanyak 25 pengrajin batik dari lima kampung dan kelurahan kembali dilatih Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi, dan Usaha Kecil Menengah Kota Jayapura, supaya mereka bisa memproduksi batik yang lebih berkualitas dan bernilai jual tinggi.
Penyematan tanda peserta pelatihan membatik yang diselenggarakan Dinas Perindagkop dan UKM Kota Jayapura - Jubi/Sindung
Sindung Sukoco
sindung@tabloidjubi.com
Editor : Dewi Wulandari

Papua No. 1 News Portal I Jubi,

Jayapura, Jubi - Sebanyak 25 pengrajin batik dari lima kampung dan kelurahan kembali dilatih Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi, dan Usaha Kecil Menengah Kota Jayapura, supaya mereka bisa memproduksi batik yang lebih berkualitas dan bernilai jual tinggi.

“Kami bertugas mengembangkan keterampilan masyarakat untuk meningkatkan kualitas dan produknya sehingga punya nilai jual tinggi,” kata Kepala Disperindagkop UKM kota Jayapura, Robert L Awi, usai pembukaan pelatihan teknis yang diselenggarakan di SMKN 5 Jayapura, Kamis (5/10/2017).

Para pengrajin batik yang mengikuti pelatihan akan dibina untuk bisa menghasilkan batik yang lebih berkualitas dan berdaya jual tinggi serta bisa bersaing dalam menyongsong PON 2020 yang akan diselenggarakan di Papua.

Asisten III Bidang Administrasi Umum, Frans Pekey, mengatakan batik motif Port Numbay sebagai salah satu batik khas Papua harus dilindungi dan terus dikembangkan serta dilestarikan sebagai warisan budaya Papua.

“Meskipun diakui sampai kini batik Port Numbay belum dikembangkan secara baik, Pemkot akan terus berusaha mengembangkannya sehingga bisa meningkatkan ekonomi keluarga dan juga berkontribusi bagi masyarakat, tak hanya untuk pribadi tetapi juga untuk peningkatan perekonomian daerah,” ujarnya. 

Pemberdayaan dan peningkatan kapasitas pengrajin batik Port Numbay sudah dilakukan Pemkot Jayapura dengan melibatkan SMK sebagai pembina para pengrajin dengan memberi fasilitas mesin. Berbagai upaya tersebut diharapkan bisa mengembangkan usaha batik di Port Numbay dan secara umum di provinsi Papua. 

Salah seorang pengrajin batik Port Numbay, Maria Fingkreuw, mengaku sudah mengikuti kegiatan membatik namun untuk batik motif Port Numbay khususnya kampung Nafri belum ada. Dirinya ingin belajar supaya batik motif kampung Nafri bisa lebih dikenal. 

“Membatik sangat indah karena untuk memperkenalkan batik Papua khususnya Port Numbay yang cocok untuk semua kalangan. Bagi saya terlalu indah mempelajari batik Port Numbay karena belum pernah ikut. Selain itu untuk membantu meningkatkan perekonomian,” kata Maria. (*)

 

loading...

Sebelumnya

Mandiri siapkan E- Money di Papua

Selanjutnya

Pemasaran sarang semut asal Jayapura masih manual

Komen Saya

Laporan Warga

Simak Juga
Terkini

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : redaksionline@tabloidjubi.com

Copyright © 2016. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe