Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide
  1. Home
  2. Mamta
  3. Sabtu, relawan LE sosialisasi dan bakar batu di Waena
  • Jumat, 06 Oktober 2017 — 21:06
  • 1571x views

Sabtu, relawan LE sosialisasi dan bakar batu di Waena

Halaman kantor Gubernur Papua di Dok II Jayapura, dipenuhi ratusan masyarakat pendukun LE pada aksi damai 19 September 2017 lalu. - Jubi/dok
Yuliana Lantipo
yuliana_lantipo@tabloidjubi.com
Editor : Admin Jubi

Papua No. 1 News Portal I Jubi,

Jayapura, Jubi – Pasca aksi damai ratusan masyarakat pada 19 September 2017 di kantor Gubernur Papua, barisan pendukung dan relawan Lukas Enembe, akan menggelar pesta tradisional Bakar Batu dan makan bersama sebagai tanda terima kasih kepada seluruh masyarakat di Papua: khususnya relawan serta simpatisan. Acara tersebut akan dilangsungkan pada Sabtu (7/10/2017), di Asrama Timika Jl Kamwolker, Waena, Jayapura.

“Melalui media ini, kami ingin mengundang seluruh masyarakat di sini untuk ikut ambil bagian dalam makan bersama ini, mulai siang sampai sore,” kata Alberth Wanimbo, ketua Tim Relawan LE for Papua, kepada wartawan di Waena, Jumat (6/10/2017).

Melalui jamuan makan bersama tersebut, Alberth mengatakan ingin berterima kasih atas dukungan dan melaporkan secara langsung tentang penyampaian pernyataan sikap masyarakat Papua terhadap pemerintah Jakarta atas apa yang menimpa Gubernur Lukas Enembe saat ini.

“Kita undang semua masyarakat yang sudah membantu, secara moral dan spontanitas turun ke jalan untuk sampaikan dukungan terhadap Pak Gubernur Papua, kita hanya ingin menyampaikan terima kasih. Kita juga mau sampaikan bahwa apa yang kita suarakan di Papua itu sudah kita bawa ke Jakarta dan sudah disampaikan ke beberapa institusi negara yang berkaitan dengan ini,” jelasnya.

Alberth mengatakan pernyataan sikap tersebut telah diserahkan kepada Komnas HAM di Jakarta, Menko Polhukam, BIN, Polri, serta DPR RI dan MPR RI. “Kami serahkan dalam bentuk video, foto, dan lembar pernyataan masyarakat Papua. Di Komnas HAM diterima langsung oleh Pak Natalius Pigai, kemudian di Menko Polhukam, BIN, Polri, dan sementara untuk DPR dan MPR kami sudah masukan audiensi, Kita mau harus ke pimpinan,” katanya.

Pernyataan sikap pada demo damai pertengahan September lalu di Dok II Jayapura, kata Alberth, pihaknya menilai soal yang merundung LE sebagai upaya kriminalisasi dan pembunuhan karakter terhadap pemimpin-pemimpin Papua.

Tiga poin penting pernyataan itu adalah hentikan kriminalisasi terhadap Gubernur Papua, hentikan pembunuhan karakter terhadap pemimpin Papua, dan hentikan politisasi pendidikan di tanah Papua.

“Kita melihat, dampak dari masalah ini ke adik-adik kita yang sedang tuntut ilmu di dalam maupun di luar negeri, karena itu kita semua harus mendukung karena itu adalah aset jangka panjang sumber daya manusia di Papua,” ucapnya.

Sementara itu, Dorus Wakerkwa, ketua Barisan Militan LE, meminta seluruh masyarakat Papua khususnya menjelang Pilkada 2018 dan Pilgub 2019 agar menjaga keamanan dan kerukunan bersama. “Biarlah yang sudah terjadi pada bapak Lukas Enembe tidak terulang kembali, tidak ada permainan untuk kriminalisasi pemimpin Papua, bukan hanya bapa LE, tapi juga pemimpin-pemimpin Papua yang lain di tanah ini dan di Indonesia,” pesannya.

“Sekali lagi kami pertegas supaya hal ini tidak terjadi di negara ini karena memberikan pendidikan yang kurang bagus. Biarlah masyarakat mejalani hari-hari dengan tenang dan damai,” imbuhnya. (*)

 

Sebelumnya

Pemasaran sarang semut asal Jayapura masih manual

Selanjutnya

USTJ gelar fashion show busana Papua

Komen Saya

Laporan Warga

Simak Juga
Terkini

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : redaksionline@tabloidjubi.com

Copyright © 2016. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe