Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide
  1. Home
  2. Anim Ha
  3. Kadistrik Sota: Air Rawa Biru milik masyarakat 13 kampung
  • Sabtu, 07 Oktober 2017 — 11:52
  • 1223x views

Kadistrik Sota: Air Rawa Biru milik masyarakat 13 kampung

Kepemilikan sumber air Rawa Biru di kampung Rawa Biru, distrik Sota, kabupaten Merauke adalah masyarakat suku Kanume yang tersebar di 13 kampung.
Kepala Distrik Sota, Yuliastri Karim (kanan), saat  mengikuti upacara HUT ke-72 RI, bulan Agustus silam – Jubi/Frans L Kobun
Ans K
frans@tabloidjubi.com
Editor : Dewi Wulandari

Papua No. 1 News Portal I Jubi,

Merauke, Jubi - Kepemilikan sumber air Rawa Biru di kampung Rawa Biru, distrik Sota, kabupaten Merauke adalah masyarakat suku Kanume yang tersebar di 13 kampung.

Hal itu disampaikan Kepala Distrik Sota, Yuliastri Karim, kepada Jubi, Jumat (7/10/2017). 

Jumat pagi Bupati Merauke, Frederikus Gebze, melakukan pertemuan bersama beberapa tokoh adat dari perwakilan masyarakat belasan kampung tersebut. Dari pertemuan tersebut Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Merauke bersedia melakukan pembayaran kompensasi sumber air Rawa Biru yang telah digunakan bertahun-tahun oleh masyarakat kota dan sekitarnya.

Hanya saja, kata Yuliastri, nilai kompensasi belum ditentukan, karena Bupati Merauke menginginkan agar dilakukan pendataan secara benar 13 kampung sebagai pemilik ulayat air Rawa Biru.

“Dari belasan kampung tersebut, tujuh diantaranya adalah masyarakat yang tinggal di distrik Sota. Enam lainnya warga Papua Nugini (PNG) yang telah pindah kewarganegaraan. Namun demikian, jika ada pertemuan, mereka akan diundang karena termasuk pemilik ulayat sumber air Rawa Biru,” tuturnya.

Disinggung kepastian membuka palang, Yuliastri mengaku secepatnya akan dibuka lantaran telah ada kesepakatan antara Bupati Merauke bersama perwakilan masyarakat suku Kanume.

“Kalau tidak ada halangan setelah kembali dari kota, saya akan ke kampung Rawa Biru bersama masyarakat adat untuk membuka palang bersama-sama, supaya suplai air bersih ke kota tak mengalami hambatan lagi,” katanya.

Bupati Frederikus Gebze mengatakan pemalangan sumber air di Rawa Biru adalah hak masyarakat sebagai pemilik ulayat. Pemalangan dilakukan karena mereka menginginkan adanya penyelesaian ganti rugi.

“Masalah tetap akan kami selesaikan tetapi kepemilikan sumber air Rawa Biru harus jelas sehingga pembayaran juga tepat sasaran,” pintanya. (*)
 

loading...

Sebelumnya

Pembangunan ratusan rumah di distrik Sota dan Onggari mangkrak

Selanjutnya

Tersangka ribuan pil PCC berbelit-belit saat diperiksa

Komen Saya

Laporan Warga

Simak Juga
Terkini

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : redaksionline@tabloidjubi.com

Copyright © 2016. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe