Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide
  1. Home
  2. Ekonomi
  3. Jelang PON 2020, infrastruktur dan SDM pariwisata harus dibenahi
  • Minggu, 08 Oktober 2017 — 11:56
  • 538x views

Jelang PON 2020, infrastruktur dan SDM pariwisata harus dibenahi

Asosiasi Perusahaan Perjalanan Wisata Indonesia (Asita) Papua memandang berbagai infrastruktur pariwisata di provinsi yang akan menjadi tuan rumah PON 2020 itu perlu dibenahi karena akan banyak tamu dan wisatawan yang datang. Selain infrastruktur, sumber daya manusia (SDM) di sektor tersebut juga harus ditingkatkan.
Pantai Harlem di kabupaten Jayapura. Infrastruktur di tempat wisata tersebut praktis belum dibangun - IST
ANTARA
redaksi@tabloidjubi.com
Editor : Dewi Wulandari

Papua No. 1 News Portal I Jubi,

Jayapura, Jubi - Asosiasi Perusahaan Perjalanan Wisata Indonesia (Asita) Papua memandang berbagai infrastruktur pariwisata di provinsi yang akan menjadi tuan rumah PON 2020 itu perlu dibenahi karena akan banyak tamu dan wisatawan yang datang. Selain infrastruktur, sumber daya manusia (SDM) di sektor tersebut juga harus ditingkatkan.

"Pemerintah perlu melakukan pembenahan semua obyek wisata yang berdekatan langsung dengan lokasi diadakannya PON 2020," ujar Ketua Asita Papua, Iwanta Parangin-Angin, di Jayapura, Sabtu (7/10/2017).

Menurut dia, hal tersebut perlu dilakukan karena jika dilihat dari sisi ekonomi, semua obyek wisata yang ada bisa menghasilkan miliaran rupiah.

Ia menegaskan waktu untuk mempersiapkan segala hal yang menyangkut pelaksanaan PON 2020 sudah semakin sedikit sehingga pemerintah setempat perlu mengambil langkah-langkah strategis untuk bisa memaksimalkan potensi yang dimiliki.

"Semua obyek wisata seperti pantai Hamadi, pantai Base G, danau Sentani, dan beberapa obyek lainnya, sejak saat ini sudah harus mulai dilakukan pembenahan," kata dia.

Menurutnya, untuk bidang pariwisata, tidak hanya infrastruktur yang harus dibenahi, pemerintah juga harus menyiapkan sumber daya manusia untuk bisa mendapatkan manfaat ekonomi dari ribuan tamu yang akan datang ke Papua.

"Masyarakat juga perlu dibina agar ke depan kita bisa membuat teknik promosi antara pemerintah dan para stakeholder. Kondisi semua obyek wisata kita masih jauh dari harapan dan perlu pembenahan," ujarnya lagi.

Iwanta pun menyebut dengan prediksi jumlah tamu yang datang dalam kegiatan tersebut mencapai 15 ribu orang, sektor pariwisata harus disiapkan dengan baik karena dampaknya akan besar ke berbagai sektor.

"Setidaknya transportasi akan bergerak, rumah makan, sampai souvenir pun pasti terkena dampak. Miliaran rupiah akan masuk pada momen tersebut. Jadi pemerintah harus segera memberi perhatian serius pada sektor pariwisata," katanya. (*)

 

#

Sebelumnya

Hadirkan mobil tangguh, Hasjrat Abadi targetkan bisa jual lima unit per bulan

Selanjutnya

Honda CBR250RR edisi Kabuki dijual di Papua

Komen Saya

Laporan Warga

Simak Juga
Terkini

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : redaksionline@tabloidjubi.com

Copyright © 2016. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe