Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide
  1. Home
  2. Meepago
  3. Dua imam baru ditasbihkan dari suku Amungme dan Biak Numfor
  • Minggu, 08 Oktober 2017 — 19:18
  • 1093x views

Dua imam baru ditasbihkan dari suku Amungme dan Biak Numfor

Dua imam yang baru ditasbihkan dari suku Nduga dan Biak masing-masing  Ibrahim Gwijangge, dan Yosias Wakris.
Uskup Timika, Mgr. John Philip Saklil, Pr (tengah) saat memperkenalkan empat imam baru usai pentahbiskan di gereja Katedral Tiiga Raja Timika, Papua, Sabtu, (8/10/2017) – Jubi/Abeth You
Abeth You
abethamoyeyou@gmail.com
Editor : Edi Faisol

Papua No. 1 News Portal I Jubi,

Timika, Jubi – Dua dari empat imam yang ditahbiskan di gereja Katedral Timika, merupakan orang baru dengan latar belakang daerah dan sukunya belum pernah jadi imam. Dua imam yang baru ditasbihkan dari suku Amungme dan Biak Numfor masing-masing  Ibrahim Gwijangge, dan Yosias Wakris.

Gwijangge berasal dari suku Amungme yang selama ini belum pernah tercatat adanya seorang imam dari suku tersebut. Sedangkan Wakris asli dari Biak Numfor juga orang pertama yang menjadi pastor.

“Sejarah mencatat selama puluhan tahun dari dua daerah ini tidak ada orang yang menjadi imam Katolik. Hari ini saya tahbiskan mereka dua, dan ini bertanda telah membuka pintu bagi generasi yang lain,” kata uskup John Philip Sakli, Sabtu, (7/10/2017).

Dalam kothbahnya, Uskup John  mengatakan  semua imam Katolik ditahbiskan berasal dari keluarga yang sederhana. “Panggilan juga tidak selalu mudah seumpama Paulus seorang berdosa tapi dipanggil Tuhan. Ia menganiaya murid Tuhan. Tapi akhirnya ia mewartakan Injil di mana-mana,” kata John menjelaskan.

Pentahbian dihadiri  50 orang pastor dari keuskupan setempat, di antaranya Keuskupan Jayapura, Agats, Agung Merauke dan Manokwari-Sorong bersama ribuan umat yang hadir.

Empa  Pastor yang ditahbiskan ini semuanya putra asli Papua, meliputi Yance Yanuarius Yogi, Ibrahim Gwijangge, Yosias Wakris, dan Selpius Goo. Mereka ditahbiskan setelah lulus dari Sekolah Tinggi Filsafat Fajar Timur (STF ‘FT’) Abepura, Papua dan melewati sejumlah proses, salah satunya masa diakonat.

Selesai kothbah, upacara penahbisan yang megah dimulai dengan runtutan upacaranya unik. Upacara dimulai dengan penyerahan dari orang tua kepada pihak gereja, pemanggilan calon, doa restu dari 50 imam dan orang tua serta sejumlah sapaan dan doa diucapkan.

Beberapa upacara unik lain pengucapan ketaaan kepada uskup secara bergantian sebagai tradisi Gereja Katolik ketaatan kepada uskup di mana pun mereka bertugas.

John menyatakan pentasbihan seorang imam justru kembali memulai bekerja dari nol melayani dan menyelamtkan banyak orang, terutama umat Katolik di wilayahnya. “Tahbisan ini tandanya harus menyelamatkan nyawa orang, harus melindungi umat. Karena ibaranya kalian akan pergi ke tengah-tengah serigala,” katanya.

Pater Yance Yanuarius Yogi, mewakili tiga rekannya mengatakan siap mendirikan empat honai. "Yang pertama untuk Tuhan Allah, kedua untuk Uskup, ketiga untuk mereka sendiri dan keempat untuk umat dan paroki," kata Yance .

Ia mejelaskan ada keharusan semua turun tangga, karena itu siap terima apapun keputusan soal penempatan tugas. "Karena itu adalah kewenangan Uskup,” ujarnya. (*)

Sebelumnya

Uskup Timika akan tahbiskan empat imam baru

Selanjutnya

Uskup Timika minta umat perhatikan pendidikan dan keimanan anak

Komen Saya

Laporan Warga

Simak Juga
Terkini

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : redaksionline@tabloidjubi.com

Copyright © 2016. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe