Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide
  1. Home
  2. Meepago
  3. Uskup Timika minta umat perhatikan pendidikan dan keimanan anak
  • Minggu, 08 Oktober 2017 — 19:22
  • 501x views

Uskup Timika minta umat perhatikan pendidikan dan keimanan anak

Hanya melalui pendidikan yang baik dan berkualitas anak asli Papua bisa berkompetisi dalam bidang apa saja untuk masa depan.
Uskup Timika, Mgr. John Philip Saklil, Pr (tengah) saat memperkenalkan empat imam baru usai pentahbiskan di gereja Katedral Tiiga Raja Timika, Papua, Sabtu, (7/10/2017) – Jubi/Abeth You
ANTARA
redaksi@tabloidjubi.com
Editor : Edi Faisol

Papua No. 1 News Portal I Jubi,

Timika, Jubi - Uskup Timika, Papua, Mgr John Philip Saklil menyerukan agar umat Katolik, khususnya orang tua warga Papua memperhatikan pendidikan dan pertumbuhan iman anak agar kehidupan generasi penerus lebih berkualitas.

“Saya minta kepada semua umat, tolong perhatikan pendidikan anak-anak, dan pertumbuhan iman anak-anak,” kata John di Timika, Minggu (8/10/20170.

Menurut dia, hanya melalui pendidikan yang baik dan berkualitas anak asli Papua bisa berkompetisi dalam bidang apa saja untuk masa depan. “Bekerja di mana saja, kalau tidak bersekolah, tidak akan bisa banyak berbuat apa-apa,"kata John menambahkan

Uskup  juga mengapresiasi semakin banyaknya orang muda dari suku-suku asli Papua yang ingin menjadi pelayan Tuhan, seperti menjadi pastor, dan suster. Tercatat pada pentabisan di Gereja Katedral Tiga Raja Timika,pada Sabtu (7/10/2017), terdapat satu etnis asli Papua yang menyumbang tenaga pastor terbanyak adalah suku Mee, Paniai.

Uskup John Saklil mentahbiskan empat orang imam baru yaitu Pastor Yance Yanuarius Agapa, Pastor Selpius Goo, Pastor Yosias Ferdinand Wakris dan Pastor Ibrani Gwijangge .

Tercatat Pastor Ibrani Gwijangge dan Pastor Yosias Ferdinand Wakris merupakan putra pertama dari Suku Amungme dari Kabupaten Nduga dan Suku Biak Numfor yang ditahbiskan menjadi imam atau pastor.

Uskup berharap dengan ditahbiskan kedua imam baru dari suku Amungme-dan Biak Numfor itu maka semakin banyak orang muda yang terpanggil untuk bekerja sebagai pelayan Tuhan.

"Itu luar biasa. Saya harap bibit pertama ini membuka jalan supaya muncul lagi bibit-bibit yang lain," katanya.

Untuk menjadi seorang imam atau pastor, kata Uskup, dituntut untuk memiliki pendidikan yang baik dan berkualitas. Menurut dia Sekolah pastor memerlukan waktu lama, mulai dari SD sampai SMA lalu lanjutkan pendidikan ke Seminari tinggi selama tujuh tahun. Di sana mereka ditempa terus sampai menyatakan sikap bebas untuk siap menjadi pelayan Tuhan seumur hidup mereka.

Keempat imam baru yang ditahbiskan itu langsung ditugaskan melayani umat di wilayah pedalaman Papua yaitu di wilayah Dekenat Moni-Puncak Jaya, Dekenat Paniai, Dekenat Kipia dan Dekenat Mimika-Agimuga.

Pater Yance Yanuarius Yogi, mewakili tiga rekannya yang ditahbiskan mengaku siap mendirikan empat honai. “Yang pertama unutk Tuhan Allah, kedua untuk Uskup, ketiga unutk mereka sendiri dan keempat untuk umat dan paroki,” kata Pater.

Sebuah keharusan semua turun tangga, karena itu ia siap terima apa pun keputusan soal penempatan tugas. “Karena itu adalah kewenangan Uskup,” katanya. (*)

Sebelumnya

Dua imam baru ditasbihkan dari suku Amungme dan Biak Numfor

Selanjutnya

Uskup John : Kabupaten Mimika harus menjadi berkah semua orang

Komen Saya

Laporan Warga

Simak Juga
Terkini

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : redaksionline@tabloidjubi.com

Copyright © 2016. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe