Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide

  1. Home
  2. Mamta
  3. Mama-mama Papua yang berjualan minim penerangan
  • Rabu, 19 Oktober 2016 — 13:28
  • 726x views

Mama-mama Papua yang berjualan minim penerangan

“Kami berjualan tanpa lampu penerangan dan kami juga bagian dari mama-mama papua,” katanya kepada Jubi, Senin (17/10/2016).
Mama-mama di Pasar Perumnas 3 Waena tanpa lampu penerangan mengatur dagangannya - Jubi/ David Sobolim.
David Sobolim
Editor : Syofiardi
LipSus

PERHATIAN!!!

Penggunaan sebagian atau seluruh materi dalam portal berita ini tanpa seijin redaksi tabloidjubi.com akan dilaporkan kepada pihak berwenang sebagai tindakan pelanggaran terhadap Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2014 Tentang HAK CIPTA dan/atau UU RI Nomor 19 Tahun 2016 atas perubahan UU RI Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE)

Jubi | Portal Berita Tanah Papua No. 1,

Jayapura, Jubi - Selama beberapa tahun terakhir banyak yang pejuang untuk pasar mama-mama papua demi terbangunnya infrastruktur yang layak untuk pasar mama papua. Namun  tidak semua mama papua bisa berjualan di sana, kecuali yang terdaftar.

Tidak seperti biasa di pasar-pasar Kota Jayapura yang dilengkapi tempat berjualan yang bagus dan lampu yang terang. Pasar yang terletak di putaran taksi Perumnas 3 Waena yang biasa dijadikan lokasi berjualan dari pukul 3 sore hingga 9 malam justru tanpa penerangan.

Mama  Lusia Kum yang berjualan di pasar ini berharap pemerintah tidak hanya melihat pasar yang besar, tapi juga pasar kecil seperti lokasinya.

“Kami berjualan tanpa lampu penerangan dan kami juga bagian dari mama-mama papua,” katanya kepada Jubi, Senin (17/10/2016).

Ibu dua anak ini sangat berharap pemerintah kota memperhatikan kondisi para pedagang yang berjualan di sepanjang jalan dan memiliki fasilitas lampu.

Mama Lusia asal Timika ini sudah 6 tahun berjualan. Ia biasa menjual hasil kebun di Gunung Kalmowker seperti keladi, timun, dan sayur lain dengan pendapatan per hari Rp300 ribu hingga Rp400 ribu.  

Dengan jualan tersebut ia membiayai keluarganya. Bahkan membiayai suaminya hingga kuliah semester akhir.

Mahasiswa Universitas Cenderawasih Nius Yaguli mengatakan, sebagai mahasiswa yang setiap sore belanja sayur di lokasi itu merasa perihatin dengan mama-mama yang berjualan.

“Karena mereka berjualan di jalan dan saat kemarau sayur-sayur berdebu dan saat hujan mereka rela berjualan tanpa penerangan,” katanya.

Ia mengatku sangat terbantu dengan kehadiran penjual sayuran di sana, karena  kadang merasa  sangat jauh untuk belanja sayuran di Pasar Youtefa atau Expo. Selain dekat, sayur-sayuran yang dijual di sana segar karena langsung dari kebun. (*)

loading...

Sebelumnya

Banyak tandatangan palsu dalam pelepasan lahan untuk PON XX Papua

Selanjutnya

Legislator ingatkan pemerintah lestarikan pohon sagu

Komen Saya

Laporan Warga

Simak Juga

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : [email protected]

Copyright © 2013. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe