Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide

  1. Home
  2. Polhukam
  3. Pengusaha asli Papua diingatkan jangan jual proyek
  • Senin, 09 Oktober 2017 — 18:03
  • 1315x views

Pengusaha asli Papua diingatkan jangan jual proyek

"Kadang ada oknum pengusaha asli Papua datang ribut proyek, tapi begitu dapat, jual ke orang lain, mereka hanya ambil fee. Ini tidak baik," kata Boy, Senin (9/10/2017).
Ilustrasi pengusaha asli Papua demo di Kantor Dinas PU Papua, pekan lalu - Jubi. Dok
Arjuna Pademme
Editor : Galuwo

PERHATIAN!!!

Penggunaan sebagian atau seluruh materi dalam portal berita ini tanpa seijin redaksi tabloidjubi.com akan dilaporkan kepada pihak berwenang sebagai tindakan pelanggaran terhadap Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2014 Tentang HAK CIPTA dan/atau UU RI Nomor 19 Tahun 2016 atas perubahan UU RI Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE)

Papua No. 1 News Portal I Jubi

Jayapura, Jubi - Anggota Komisi IV DPR Papua, komisi yang membidangi infrastruktur, Boy Markus Dawir mengingatkan pengusaha asli Papua tidak lagi menjual proyek kepada pihak lain, ketika mereka mendapat pekerjaan dari pemerintah kabupaten, kota, dan provinsi.

"Kadang ada oknum pengusaha asli Papua datang ribut proyek, tapi begitu dapat, jual ke orang lain, mereka hanya ambil fee. Ini tidak baik," kata Boy, Senin (9/10/2017).

Ia mengatakan, jika masih ada temuan seperti ini tahun mendatang, jangan lagi datang ke pemerintah menuntut proyek. Selain itu, jika ada pengusaha asli Papua yang sudah mendapat pekerjaan di pemerintah kabupaten atau kota, jangan lagi meminta kepada pemerintah provinsi.

"Berikan kesempatan kepada saudara-sudara kita yang lain. Jangan mau makan semua," ujarnya.

Menurutnya, bicara pengusaha asli Papua, mereka tergabung dalam berbagai asosiasi, termasuk Kamar Adat Pengusaha Papua (KAPP). KAPP kini mendapat dukungan pemerintah. Ke depan kalau jika organisasi ini kerja maksimal, 388 pengusaha asli Papua yang dijanjikan proyek oleh kepala dinas PU ini, bergabung ke KAPP.

"Supaya konsentrasi pemerintah di situ, dan satu pintu. Nanti KAPP yang kelola kalau ada pekerjaan paket di SKPD di pemprov. KAPP yang atur supaya jangan ribut sana sini," katanya.

Anggota Komisi IV DPR Papua lainnya, Thomas Sondegau mengatakan, jangan selalu mengatasnamakan anak asli Papua untuk mencari keuntungan dengan cara yang tidak benar.

"Kadang ada oknum-oknum yang mendapat pekerjaan kepada pemerintah, tapi dia tidak kerjakan. Dia berikan kepada orang lain untuk mengerjakanannya. Dia hanya ambil persenan," kata Thomas.

Katanya, ia selalu mendukung pengusaha asli Papua diprioritaskan dalam proyek di pemerintah, namun bukan untuk dijual kembali kepada pengusaha lain.

"Memang ada pengusaha asli Papua yang benar-benar bekerja, tapi ada juga yang cari proyek untuk dia jual kembali," ucapnya. (*)

loading...

Sebelumnya

Wonda: Keberadaan Komnas HAM jangan hanya formalitas

Selanjutnya

Data kredit macet Bank Papua sudah jelas

Komen Saya

Laporan Warga

Simak Juga

Populer
Polhukam |— Jumat, 18 Mei 2018 WP | 3077x views
Pengalaman |— Minggu, 13 Mei 2018 WP | 1228x views
Polhukam |— Jumat, 18 Mei 2018 WP | 1194x views

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : [email protected]

Copyright © 2013. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe