Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide
  1. Home
  2. Polhukam
  3. Data kredit macet Bank Papua sudah jelas
  • Senin, 09 Oktober 2017 — 18:14
  • 1658x views

Data kredit macet Bank Papua sudah jelas

"Harus hentikan kredit baik berupa sindikasi, konsorsium dan lainnya di luar tanah Papua. Bank Papua ini untuk membangun tanah Papua, semangat ini yang harus dikembalikan. Kredit satu pintu saja," ujarnya.
Komisi III DPR Papua bersama jajaran manajemen Bank Papua usai rapat tertutup di DPR Papua, Senin (9/10/2017) - Jubi/Arjuna
Arjuna Pademme
harjuna@tabloidjubi.com
Editor : Galuwo

Papua No. 1 News Portal I Jubi

Jayapura, Jubi - Ketua Komisi III DPR Papua, komisi yang membidangi aset daerah, BUMD, dan anggaran, Carolus Kelen Bolly mengatakan, kini manajemen Bank Papua sudah mulai terbuka dalam memberikan data kepada dewan, berbeda dengan sebelumnya.

Ia mengatakan, dalam rapat tertutup dengan manajemen Bank Papua di DPR Papua, Senin (9/10/2017), pihak bank memaparkan data terkait kredit macet secara terperinci.

"Sudah ada keterbukaan manajemen Bank Papua. Tadinya data itu gelap gulita buat kami di dewan. Namun untuk menjaga kondisi, dan situasi publik, juga nasabah Bank Papua, data itu tidak dapat kami publikasikan," katanya usai pertemuan.

Dalam pertemuan, Komisi III DPR Papua meminta Bank Papua menghentikan pemberian kredit kepada pihak di luar Papua, melalui kantor cabang Bank Papua di daerah lain, karena ingin Bank Papua kembali kepada roh yang sebenarnya. Misalnya mengutamakan pembiayaan pekerjaan di tanah Papua (Papua dan Papua Barat), bukan di luar tanah Papua, karena ini juga yang menyebabkan adanya kebocoran.

"Harus hentikan kredit baik berupa sindikasi, konsorsium dan lainnya di luar tanah Papua. Bank Papua ini untuk membangun tanah Papua, semangat ini yang harus dikembalikan. Kredit satu pintu saja," ujarnya.

Menurutnya, dengan pengalaman pahit selama ini, yang mana kredit macet Bank Papua mencapai Rp2,1 triliun, pihaknya meminta Bank Papua lebih memperhatikan pengusaha asli Papua dalam pemberian kredit, selama memenuhi syarat, berkompeten, bertanggung jawab menyelesaikan pekerjaan, dan mengembalikan pinjaman dari bank.

"Kami mengundang Bank Papua karena ingin memastikan langkah yang sudah mereka tempuh terkait kredit macet. Dari pemaparan mereka, pengembalian kredit macet sudah berlangsung meski belum semua tertangani," ucapnya.

Katanya, pihaknya akan mengawasi dan mendorong Bank Papua, melakukan perbaikan ke depan, terutama mengatasi kredit macet. Apalagi Bank Papua ini milik Pemprov Papua, Papua Barat, dan pemerintah kabupaten/kota, serta masyarakat Papua, Papua Barat.

Direktur Utama Bank Papua, F. Zendarto mengatakan, pihaknya membahas langkah-langkah terkait kredit macet di bank yang dipimpinnya, mengenai ke depan akan seperti apa, dengan Komisi III DPR Papua.

"Sekarang yang macetnya Rp2,1 triliun dari sebelumnya Rp2,7 triliun. Kami akan lelang aset, nilai asetnya cukup besar. Nanti ada hotel juga kami lelang di Jakarta. Itu baru golongan V, macetnya karena ada dari golongan III, IV, V di non performing loan (NPL) 16,2 persen sekarang," kata Zendarto.

Menurutnya, lelang aset diusahakan sebelum Desember. Kini lelang sedang dalam proses, menunggu jadwal diterbitkan.

"Selain hotel, aset yang besar adalah kapal. Tapi itu Bareskrim yang lelang, karena disita. Nanti kalau sudah dijual, setelah sidang, hasilnya dikembalikan ke Bank Papua," ucapnya. (*)

Sebelumnya

Pengusaha asli Papua diingatkan jangan jual proyek

Selanjutnya

Pembahasan saham PTFI dinilai perlu libatkan berbagai pihak

Komen Saya

Laporan Warga

Simak Juga
Terkini

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : redaksionline@tabloidjubi.com

Copyright © 2016. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe