Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide

  1. Home
  2. Mamta
  3. MUKI jamin perayaan Natal di Papua tanpa gangguan
  • Senin, 09 Oktober 2017 — 18:53
  • 1337x views

MUKI jamin perayaan Natal di Papua tanpa gangguan

Jhon mengaku sebelumnya merasa terganggu dengan keberadaan Jafar Umar Thalib, yang punya pemahaman radikal, namun di tolak sehingga mengasingkan diri di Keerom.
DPW dan DPD MUKI Kota Jayapura, Kabupaten Jayapura, dan Keerom menggelar jumpa pers di salah satu cafe di Kota Jayapura - (Jubi/Hengky Yeimo)
Hengky Yeimo
Editor : Edi Faisol
LipSus
Features |
Kamis, 20 September 2018 | 09:41 WP
Features |
Rabu, 19 September 2018 | 16:08 WP
Features |
Selasa, 18 September 2018 | 07:24 WP
Features |
Senin, 17 September 2018 | 19:13 WP

PERHATIAN!!!

Penggunaan sebagian atau seluruh materi dalam portal berita ini tanpa seijin redaksi tabloidjubi.com akan dilaporkan kepada pihak berwenang sebagai tindakan pelanggaran terhadap Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2014 Tentang HAK CIPTA dan/atau UU RI Nomor 19 Tahun 2016 atas perubahan UU RI Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE)

Papua No. 1 News Portal I Jubi,

Jayapura, Jubi - Ketua Dewan Perwakilan Wilayah Majelis Umat Kristen Indonesia, (MUKI) Provinsi Papua, Jhon Mauri menjamin perayaan Natal umat Kristiani di Papua aman tanpa gangguan.

“Kami jamin bahwa nuansa Natal di Papua akan berjalan aman-aman saja. Biarkan kita menjalankan ibadah perayaan natal dengan aman saja,” kataJhon Mauri ketika menggelar jumpa pers di salah satu cafe di Kota Jayapura, Senin, (9/10/2017).

Jhon mengaku sebelumnya merasa terganggu dengan keberadaan Jafar Umar Thalib, yang punya pemahaman radikal, namun di tolak sehingga mengasingkan diri di Keerom.

Menurut dia, gangguan itu menjadi tanggung jawab bersama. Yakni masyarakat, pemerintah, TNI,POLRI untuk mencegah.

Wakil Ketua MUKI DPD Keerom, Luther Muabui mengatakan, Papua sebagai zona damai sehingga setiap ajaran agama yang diakui negara bebas beragama. “Tetapi yang bertentangan dengan empat pilar harus ditindak,” kata Luther Muabui.

Luther mengatakan, dalam waktu dekat MUKI akan bertemu denga pemerintah Muspida Kabupaten Keerom, baik  Polres dan  Dandim membicarakan keberadaan Jafar Umar Thalib.

Sedangkan sikap Majelis Ulama Indonesia (MUI ) sudah menyatakan Jafar Umar Thalib tidak boleh lagi tinggal di Papua. “Kami juga tidak ingin membiarkan ormas radikal mengganggu kedamaian di Papua," katanya. (*)

loading...

Sebelumnya

Wali Kota Jayapura kutuk pelaku pemerkosaan

Selanjutnya

Kekerasan anak di Kota Jayapura mencapai 25 kasus

Komen Saya

Laporan Warga

Simak Juga

Populer
Polhukam |— Jumat, 21 September 2018 WP | 6193x views
Koran Jubi |— Senin, 17 September 2018 WP | 5771x views
Polhukam |— Kamis, 20 September 2018 WP | 3930x views

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : [email protected]

Copyright © 2013. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe