Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide
  1. Home
  2. Lembar Olahraga
  3. Manajemen Persipura perlu koreksi Wanderley
  • Selasa, 10 Oktober 2017 — 06:15
  • 1154x views

Manajemen Persipura perlu koreksi Wanderley

"Persipura nasibmu sekelam warna kulitmu," kata Nando mengenang.
Pelatih Persipura Wanderley Junior ikut terlibat dalam latihan tim di Stadion Mandala Jayapura – Jubi/Jean Bisay
Jean Bisay
jean@tabloidjubi.com
Editor :

Papua No. 1 News Portal I Jubi,

Jayapura, Jubi – Performa Persipura yang tidak stabil jelang berakhirnya kompetisi Go-Jek Traveloka Liga 1 mendapat tanggapan dari mantan pemain Persipura, Fernando Fairyo.

Nando bilang kebutuhan saat ini di kubu Mutiara Hitam adalah kemampuan manajemen tim memilih pelatih sekelas Angel Alfredo Vera yang mampu meracik strategi yang tepat guna, dengan memaksimalkan semua potensi yang ada pada pemain.

Dan itu berhasil dibuktikan Alfredo Vera bersama Persipura. Masuk di putaran kedua TSC, pelatih asal Argentina itu sukses mempersembahkan gelar untuk tim di tahun pertamanya menangani Persipura.

“Tim Persipura saat ini tidak membutuhkan pelatih yang datang untuk mengembangkan diri bersama tim atau mencari peruntungan nasib, tapi pelatih yang harus mampu mewujudkan target yang diberikan ketua umum Persipura Benhur Tomi Mano bersama jajaran manajemen dan tentunya Persipura mania sertan pendukung fanatic Persipura di seluruh tanah Papua,  Indonesia maupun kawasan Pasifik , Asia serta Eropa,” katanya.

Nando bilang semua penggila Persipura terus memonitor perkembangan tim Mutiara Hitam, jika tidak mampu mewujudkan gelar juara atau tim tampil tidak sesuai harapan, maka Wanderley sebagai pelatih harus siap angkat koper tinggalkan tim karena gagal.

“Contoh seperti Raja Isa, Oswaldo Lessa dan Jafri Sastra yang datang dan gagal. Artinya pelatih saat inipun menjadi penilaian ketum BTM, manajemen dan pendukung setia. Apakah layak dipertahankan,” ujarnya.

Nando yang pimpin Persipura promssi dari Divisi Satu ke Divisi Utama sampai detik ini menilai kalau pelatih tidak punya aura dan chemistri untuk membawa tim meraih gelar juara, sebaiknya jangan dipaksakan, karena dapat membuat nasib Persipura seperti kata wartawan tribun olahraga tahun 1988 saat persipura terdegradasi ke divisi 1.

"Persipura nasibmu sekelam warna kulitmu," kata Nando mengenang.

Angky Blaser, dari kelompok suporter Ultras Black Curva Nord 1963 menambahkan kehadiran mereka mendukung total Persipura sebagai tim kebanggaan orang Papua.

Kami hadir untuk tim Persipura Jayapura. Mengapa harus tim, karena bagi kami pemain boleh silih berganti, pelatih boleh berganti, manajemen boleh berganti sesuai waktu, namun tim selalu ada dengan nama Persipura.

“Kami mencintai Persipura sampai mati. Mencintai Persipura sampai terompet sangkakala berbunyi tanda kiamat,” tegasnya. (*)

Sebelumnya

Gala Desa kabupaten Jayapura perlombakan enam Cabor

Selanjutnya

Komentar miring Persipura, Walkot Mano : Masyarakat semakin peduli

Komen Saya

Laporan Warga

Simak Juga
Terkini

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : redaksionline@tabloidjubi.com

Copyright © 2016. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe