Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide
  1. Home
  2. Jayapura Membangun
  3. Program kampung adat tetap dilaksanakan sampai tuntas
  • Selasa, 10 Oktober 2017 — 11:05
  • 530x views

Program kampung adat tetap dilaksanakan sampai tuntas

Salah satu program Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jayapura adalah kampung adat. Hingga kini sudah puluhan kampung yang dialihkan statusnya dari kampung dinas ke kampung adat. Setelah masa kepemimpinan Bupati Mathius Awoitauw selesai, program ini tetap akan dijalankan.
Masyarakat adat dalam tarian ucapan syukur kepada Tuhan pada saat perayaan kebangkitan masyarakat adat di lapangan Mandala, Genyem Kota, beberapa waktu lalu - Jubi/Engel Wally
Engelbert Wally
engellenny2509@gmail.com
Editor : Dewi Wulandari

Papua No. 1 News Portal I Jubi,

Sentani, Jubi - Salah satu program Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jayapura adalah kampung adat. Hingga kini sudah puluhan kampung yang dialihkan statusnya dari kampung dinas ke kampung adat. Setelah masa kepemimpinan Bupati Mathius Awoitauw selesai, program ini tetap akan dijalankan.

Mathius Awoitauw yang baru saja melepas jabatannya sebagai Bupati mengatakan program kampung adat saat ini telah memasuki tahun keempat setelah dicanakan pada tahun 2013. Saat ini proses pengalihan dan pembentukan kampung-kampung adat tetap berjalan.

"Tidak serta merta ketika saya turun jabatan lalu program ini dihentikan. Masyarakat sudah tahu apa yang harus dibuat dengan program yang sudah empat tahun kita jalankan . Respon masyarakat sangat bagus," kata Mathius Awoitauw, saat dihubungi di Sentani, Senin (9/10/2017).

Dikatakan, ini tahun keempat yang menjadi kebangkitan masyarakat adat. Bersamaan dengan agenda tahunan lainnya yaitu Festival Bahari Teluk Tanah Merah. Sementara untuk HUT kebangkitan masyarakat adat yang akan diperingati tanggal 26 Oktober, perayaannya direncanakan akan digelar di distrik Airu.

"Informasi terakhir ada 36 kampung yang sudah menjadi kampung adat. Sementara masih ada sejumlah kampung persiapan di beberapa distrik yang disiapkan menjadi kampung adat. Kekuatan masyarakat adat susah dibendung. Apalagi sistem pemerintahan yang dulu sempat hilang dikembalikan lagi seperti semula. Makanya semua kekuatan di masing-masing kampung akan menjadi sangat kuat. Misalnya ada persoalan yang biasanya dibawa sampai ke ranah hukum positif, dalam prosesnya sangat susah untuk menyelesaikan perkara tersebut, tetapi kalau di bawa ke para-para adat dengan mudah persoalan itu diselesaikan," ujarnya.

Ketua Dewan Adat Suku Sentani (DASS), Demas Tokoro, mengatakan kebangkitan masyarakat adat sesungguhnya untuk membantu pemerintah dalam melaksanakan program pembangunan. Dalam pelaksanaannya, masyarakat sangat mengingikan dan mendukung pembentukan sistem pemerintahan kampung adat.

"Masyarakat sudah mengetahui dengan baik sistem pemerintahan yang sedang berjalan. Dalam penerapan program kerja di wilayah hukum adat jarang melibatkan masyarakatnya sehingga dalam proses pelaksanaannya pasti saja ada palang memalang yang dilakukan pemilik hak ulayat di kampung tersebut. Tetapi saat ini karena proses pembangunan tersebut diberikan kepada pemerintah kampung adat maka proses pekerjaannya pasti selesai tanpa ada hambatan dan gangguan," ungkapnya. (*)

 

loading...

Sebelumnya

Cegah korupsi, KPU disarankan pake sistem e-katalog

Selanjutnya

Soal pilkada Jayapura, tunggu keputusan MK 

Komen Saya

Laporan Warga

Simak Juga
Terkini

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : redaksionline@tabloidjubi.com

Copyright © 2016. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe