Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide
  1. Home
  2. Ekonomi
  3. Di kota Jayapura, hanya 400 UMKM orang asli Port Numbay
  • Selasa, 10 Oktober 2017 — 12:06
  • 725x views

Di kota Jayapura, hanya 400 UMKM orang asli Port Numbay

Data Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi dan Usaha Kecil Menegah (Disperindagkop-UKM) Kota Jayapura, mencatat jumlah usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di kota Jayapura sekitar 3 ribu pengusaha. Sekitar 400 diantaranya adalah orang asli Port Numbay.
Pembinaan yang dilakukan Disperindagkop dan UKM kota Jayapura kepada para penggiat UMKM -  Jubi/Sindung 
Sindung Sukoco
sindung@tabloidjubi.com
Editor : Dewi Wulandari

Papua No. 1 News Portal I Jubi,

Jayapura, Jubi - Data Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi dan Usaha Kecil Menegah (Disperindagkop-UKM) Kota Jayapura, mencatat jumlah usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di kota Jayapura sekitar 3 ribu pengusaha. Sekitar 400 diantaranya adalah orang asli Port Numbay.

“Dari 3 ribu orang ini, tercatat sekitar 2 ribu pengusaha adalah orang asli Papua. Dari sekitar 2 ribu orang asli Papua tersebut, hanya sekitar 400 yang asli orang Port Numbay,”  kata Kepala Disperindagkop dan UKM kota Jayapura, Robert LN Awi, Senin (9/10/2017). 

Awi menambahkan para penggiat UMKM dibagi dalam beberapa kelompok, antara lain UMKM yang memiliki usaha kios, roti, usaha pinang, keripik, dan kerupuk.

Robert mengakui minat masyarakat kota Jayapura untuk terjun di bidang UMKM sangat tinggi namun lemah dalam manajemen keuangan.

“Tak ada kendala soal pemasaran. Produk apapun yang ditawarkan laku dijual di masyarakat kota Jayapura. Bahkan ada beberapa produk herbal yang kami kirim keluar Papua, seperti sarang semut dan buah merah,” lanjutnya. 

Jumlah UMKM di kota Jayapura yang tersebar di lima distrik mulai dibina Disperindagkop dan UMKM sejak tahun 2010 dan dilakukan pendampingan mulai 2016.

“Tahun 2014 kami memberi bantuan Rp 50 juta kepada setiap kelompok usaha. Tahun 2015 kami bantu sebanyak 100 UMKM dan tahun 2016 juga sekitar 100 UMKM. Sesuai catatan yang kami punya, tahun 2017 ini yang gagal hanya 10 orang karena tidak mampu mengelola manajemen keuangannya. Sisanya berhasil menjalankan usaha dengan baik,” jelasnya.

Wali Kota Jayapura, Benhur Tomi Mano, mengungkapkan dengan pemberian bantuan tersebut diharapkan akan bisa membantu perekonomian rakyat di kampung-kampung.

“Ini merupakan wujud kepedulian pemerintah di bidang ekonomi. Karena sektor perekonomian rakyat harus terus didorong agar mereka bisa berdiri sendiri dengan bantuan yang diberikan pemerintah," tegasnya. (*)

 

loading...

Sebelumnya

Telkomsel hadiahkan mobil bagi pelanggan loyal

Selanjutnya

Harga buah mahal di Pasar Youtefa, pedagang keluhkan sepinya pembeli

Komen Saya

Laporan Warga

Simak Juga
Terkini

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : redaksionline@tabloidjubi.com

Copyright © 2016. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe