Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide
  1. Home
  2. Penkes
  3. Pemprov akan bangun lima sekolah berpola asrama di lima wilayah adat
  • Selasa, 10 Oktober 2017 — 13:18
  • 797x views

Pemprov akan bangun lima sekolah berpola asrama di lima wilayah adat

Guna meningkatkan sumber daya manusia (SDM) di Tanah Papua, tahun 2017 ini Pemerintah Provinsi Papua akan membangun lima sekolah berpola asrama di lima wilayah adat.
Mahasiswa Lanny Jaya saat berbaris di halaman Expo Waena kota Jayapura, sebelum mengikuti seminar tentang pendidikan di aula setempat - Jubi/Yance Wenda
Yance Wenda
yan_yance@ymail.com
Editor : Dewi Wulandari

Papua No. 1 News Portal I Jubi,

Sentani, Jubi - Guna meningkatkan sumber daya manusia (SDM) di Tanah Papua, tahun 2017 ini Pemerintah Provinsi Papua akan membangun lima sekolah berpola asrama di lima wilayah adat.

Hal tersebut disampaikan anggota Komisi V Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Papua, Nathan Pahabol, saat menyampaikan materi pada seminar yang digelar mahasiswa Lanny Jaya, di Aula Expo Waena kota Jayapura, Sabtu (7/10/2017) pekan lalu.

“Untuk meningkatkan SDM Papua kita harus berani membuat terobosan besar. Kami sudah anggarkan uang di tahun 2017. Pemprov Papua akan membangun lima sekolah unggulan di lima wilaya adat,”  kata Nathan.

Lebih lanjut Nathan mengatakan sekolah yang akan dibangun wilayah adat Tabi, Lapago, Saireri, Anim Ha, dan Bomberai, semua berpola asrama. Lima sekolah yang akan dibangun tersebut adalah level sekolah menengah atas (SMA).

"Anggaran dan lokasi sudah siap, tinggal kapan sekolah tersebut akan mulai dibangun,” katanya.

Pada kesempatan bertatap muka dengan peserta seminar, Nathan mengatakan saat berkunjung ke Jerman belum lama ini, dirinya bertemu dengan sekitar 200 mahasiswa asal Papua dan Papua Barat yang sedang studi disana.

“Kemampuan bahasa Inggris sangat diperlukan. Dari sekitar 200 mahasiswa tersebut, yang dikirim Pemprov Papua dan Papua Barat, sekitar 50 orang terpaksa harus kembali ke Papua karena mereka gagal dalam bahasa Inggris. Saat akan berangkat ke Jerman, mereka tidak dibekali kemampuan bahasa Inggris yang cukup,” jelasnya.

Pahabol menjelaskan tujuan dibangunnya sekolah berpola asrama itu salah satu tujuannya untuk memberdayakan manusia dalam ilmu pengetahuan, meningkatkan kualitas pendidikan, dan membangun karakter anak.

“Program pendidikan berpola asrama ini mengacu pada UUD 1945 pasal 31. Itu sudah memberi jaminan dengan angaran 20 persen.  Dalam UU Otsus juga sudah jelas yakni 30 persen untuk wilayah setempat. Salah satu yang harus menjadi perhatian adalah pengembangan kemampuan bahasa asing supaya pengalaman di Jerman tidak terulang lagi,” katanya.

Ia menambahakan di beberapa negara, biaya pendidikan lebih murah dibanding Indonesia.

“Di republik ini uang seolah menjadi tolok ukur untuk semua urusan. Motivasinya hanya uang. Pengetahuan menjadi urutan paling belakang. Bagi sebagian orang pendidikan masih dianggap tidak penting,” katanya.

Ditemui di tempat yang sama, Desi Wenda, mahasiswi Fakultas Teknik Universitas Cenderawasih Jayapura, mengatakan mendukung rencana Pemprov Papua yang akan membangun lima SMA berpola asrama di lima wilayah adat Papua.

“Pendidikan di Papua pada masa sebelum pemerintah Indonesia juga pola asrama. Ada baiknya kita kembali ke pola lama. Soal pengiriman mahasiswa belajar ke luar negeri, seharusnya pemerintah lakukan seleksi dulu baru kirim. Apa yang disampaikan tadi dapat memotivasi kami untuk lebih serius belajar bahasa asing. Siapa tahu ada kesempatan belajar ke luar negeri, kan bagus,” ucapnya sambil tersenyum. (*)

 

loading...

Sebelumnya

PT Freeport diminta perhatian mahasiswa Papua

Selanjutnya

ISBI Tanah Papua rayakan Dies Natalis ke-3

Komen Saya

Laporan Warga

Simak Juga
Terkini

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : redaksionline@tabloidjubi.com

Copyright © 2016. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe