Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide

  1. Home
  2. Otonomi
  3. Potensi hasil hutan Papua mencapai Rp 200 triliun
  • Selasa, 10 Oktober 2017 — 18:36
  • 1760x views

Potensi hasil hutan Papua mencapai Rp 200 triliun

Potensi itu jauh lebih besar dari Dana Otonomi Khusus (Otsus) yang hanya Rp 5 triliun,
Ilustrasi hutan Papua - Jubi/Dok
Alexander Loen
Editor : Edi Faisol
LipSus
Features |
Selasa, 18 September 2018 | 07:24 WP
Features |
Senin, 17 September 2018 | 19:13 WP
Features |
Senin, 17 September 2018 | 18:26 WP
Features |
Kamis, 13 September 2018 | 18:55 WP

PERHATIAN!!!

Penggunaan sebagian atau seluruh materi dalam portal berita ini tanpa seijin redaksi tabloidjubi.com akan dilaporkan kepada pihak berwenang sebagai tindakan pelanggaran terhadap Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2014 Tentang HAK CIPTA dan/atau UU RI Nomor 19 Tahun 2016 atas perubahan UU RI Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE)

Papua No. 1 News Portal I Jubi,

Jayapura, Jubi – Pemerintah Provinsi Papua menyebutkan potensi Hasil Hutan Bukan Kayu (HHBK) mencapai Rp 200 triliun per tahun. Potensi itu berdasarkan kajian Badan Penelitian dan Pengembangan Provinsi Papua yang telah dilakukan.

“Maka perlu ada peningkatan potensi dari  HHBK  di Papua. Pasalnya jika dikelola dan diolah secara baik akan mendatangkan pendapatan yang besar bagi Papua,” kata Asisten Bidang Perekonomian dan Kesejahteraan Rakyat, Sekda Papua, Elia Loupatty, Selasa (10/10/2017).

Menurut dia, kajian Badan Penelitian dan Pengembangan Provinsi Papua, menunjukan potensi hutan  dari hulu sampai hilir mampu menghasilkan Rp 200 triliun setiap tahun. “Itu tanpa merusak hutan,” kata Elia menambahkan.

Potensi itu jauh lebih besar dari Dana Otonomi Khusus (Otsus) yang hanya Rp 5 triliun, namun Elia memastikan dalam mengelola perlu koordinasi yang baik.

"Pengelolaan HHBK ini membutuhkan koordinasi yang kuat dan harus didalami lagi,” katanya.

Kepala Dinas Kehutanan dan Konservasi Papua, Yan Yap Ormuseray mengajak masyarakat di wilayahnya intens menjaga hutan dan lingkungan. “Sebab hampir seluruh wilayah Papua tertutup oleh hutan alam yang sangat baik serta memiliki nilai jual yang sangat tinggi,” ujar Yan Yap.

Menurut dia, pembangunan dengan memperhatikan lingkungan merupakan persyaratan utama bagi pemerintah provinsi, kabupaten dan kota di Papua. “Semua pembangunan yang dilakukan, sebaiknya diawali dengan melakukan kajian-kajian lingkungan," kata Yan menambahkan.

Ia menekankan khusus pembangunan yang melewati hutan yang masih bagus dan hijau agar didahului kajian strategis tentang lingkungan. Meski pembangunan jalan untuk rakyat. "Perlu juga melihat dampak kepada lingkungannya, karena lingkungan sekarang menjadi perhatian dunia," ujarnya.(*)

loading...

Sebelumnya

Badan pemberdayaan kampung diminta efektifkan pembinaan

Selanjutnya

Dituding biaya tinggi, KPU: Pilgub 2018 beda dengan sebelumnya

Komen Saya

Laporan Warga

Simak Juga

Terkini

Populer

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : [email protected]

Copyright © 2013. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe