Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide
  1. Home
  2. Otonomi
  3. Dituding biaya tinggi, KPU: Pilgub 2018 beda dengan sebelumnya
  • Selasa, 10 Oktober 2017 — 19:02
  • 505x views

Dituding biaya tinggi, KPU: Pilgub 2018 beda dengan sebelumnya

Pernyataan KPU itu juga sekaligus menjawab pertanyaan Ketua DPR Papua, Yunus Wonda terkait dana Pilgub yang dinilai terlalu besar.
Biaya Pilgub tinggi, KPU: Pilgub 2018 beda dengan empat tahun lalu
Alexander Loen
alex@tabloidjubi.com
Editor : Edi Faisol

Papua No. 1 News Portal I Jubi,

Jayapura, Jubi - Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Provinsi Papua, Adam Arisoy menyebutkan pelaksaan Pemilihan Gubernur (Pilgub) 2018 berbeda dengan pemilihan empat tahun sebelumnya, hal ini menjadi alasan terjadi peningkatan anggaran hingga tiga kali lipat.

"Anggaran Pilgub 2018 memang mengalami kenaikan sampai tiga kali lipat. Salah satu penyebabnya karena terjadi peningkatan jumlah kampung dan distrik, juga bertambahnya petugas PPD, KPPS, PPK,” kata kata Arisoy kepada wartawan, di Jayapura, Selasa (10/10/2017).

Pernyataan Arisoy itu juga sekaligus menjawab pertanyaan Ketua DPR Papua, Yunus Wonda terkait dana Pilgub yang dinilai terlalu besar.

Arisoy  menjelaskan, usulan anggaran Pilgub hingga Rp 1,031 triliun sudah melalui pembahasan. Ia menyebut anggaran itu lebih kecil dari usulan sebelumnya Rp 1,069 triliun, karena ada beberapa item yang terpaksa dikurangi.

“Di antaranya pengurangan biaya Alat Peraga Kampanye (APK) mengingat angggaran pemerintah daerah yang tidak mencukupi,” kata Arisoy menjelaskan.

Ia mengaku sudah mengelar rapat dengan pemerintah daerah dan pihak terkait, sehingga dari sekitar anggaran Rp 1,069 triliun dirasionalisasi lagi menjadi Rp 1,031 trilun.  Namun dalam NPHD Pemda hanya menyanggupi sebesar Rp 850 Miliar.

Menurut ia, berdasarkan hitungan KPU nilai ini tidak cukup. Karena yang dibiayai 29 kabupaten dan kota plus tujuh kabupaten yang akan melaksanakan Pilkada serentak.

“Biaya yang kami susun dan rencanakan kami sampaikan ke pemerintah daerah, jangan dianggap KPU mempertahankan nilai itu," katanya.

Komisioner KPU Papua, Beatrix Wanane meminta agar para pejabat di Papua tidak banyak berkomentar terkait anggaran Pilgub. Ia memastikan KPU Papua siap dipanggil duduk bersama jika ada sesuatu yang dirasa perlu dibahas.

“Bagaimana tahapan mau jalan kalau tidak ada uang. Ini saja daerah lain sudah lakukan tahapan, sementara kita belum apa-apa. Jadi stop berkomentar," kata Beatrix.

Ia menyayangkan sikap DPR Papua yang selama ini tidak pernah mengundang KPU untuk public hearing atau dengar pendapat  soal dana Pilgub. “Silahkan undang kami untuk bertukar pikiran, jangan setelah kami putuskan nilai kemudian mulai jadi bahan pembicaaan,” katanya. (*)

Sebelumnya

Potensi hasil hutan Papua mencapai Rp 200 triliun

Selanjutnya

Papua sosialisasikan PON di Jakarta

Komen Saya

Laporan Warga

Simak Juga
Terkini

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : redaksionline@tabloidjubi.com

Copyright © 2016. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe