Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide
  1. Home
  2. Mamta
  3. Kekerasan anak di Kota Jayapura mencapai 25 kasus
  • Selasa, 10 Oktober 2017 — 22:26
  • 1061x views

Kekerasan anak di Kota Jayapura mencapai 25 kasus

Data tersebut menyebutkan kekerasan seksual lebih banyak dibanding kekerasan fisik.
ilsutrasi. tempo.co
Hengky Yeimo
yeimohengky@gmail.com
Editor : Edi Faisol

Papua No. 1 News Portal I Jubi,

Jayapura, Jubi – Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana (DP3AKB)  Kota Jayapura, menemukan kekerasan terhadap anak hingga akhir bulan Agustus 2017 mencapai 25 kasus. Data tersebut menyebutkan kekerasan seksual lebih banyak dibanding kekerasan fisik.

“Masyarakat harus peka dan melindungi anak dari pelaku kekerasan. Kekerasan seksual terhadap anak lebih banyak karena dipengaruhi minuman keras,” kata Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana Kota Jayapura, Betty Pui, Selasa, (10/10/2017).

Menurut Betty para pelaku terpengaruh minuman keras sehingga  melakukan hubungan seksual pada anak dibawah umur. “Begitu juga kasus kekerasan lainnya,” kata Betty menambahkan.

Tercatat dari 25 kasus ini ada pihak keluarga yang minta diselesaikan secara kekeluargaan dan diteruskan ke Polresta Jayapura dan diproses secara hukum.

DP3AKB bersama Wahana Visi Indonesia (WVI) menggelar aksi seruan bersama terhadap masyarakat di Kota Jayapura, untuk mencegah terjadi tindak kekerasan terhadap anak.

Ia mengimbau kepada publik agar melaporkan ke dinasnya jika  mengetahui informasi adanya tindak kekerasan terhadap anak. “Atau melapor ke unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) di Polresta Jayapura,” kata Betty mejelaskan.

Kepala Kanit Perlindungan Perempuan dan Anak Polres Kota Jayapura, Irene Aronggear mengatakan selama tahun 2017 mereka menangani khasus pemerkosaan, pencabulan, dan berzina, tehadap orang dewasa maupun anak-anak di Kota Jayapura.

Irene mengatakan  data yang berhasil dihimpun tidak hanya terjadi terhadap anak. Tetapi terjadi juga pada orang dewasa, termasuk mahasiswa.

“Kalau setubuh dibawah umur banyak, karena pacaran pada anak dimingi-imingi oleh pelaku,” kata Irene .

Selain itu juga menangani kasus  pemerkosaan yang terjadi  berdasarkan itu bujuk rayu, pukulan, ancaman menggunakan alat tajam. “Ada juga kasus suka sama suka tetapi karena takut pada orang tua mereka memalsukan laporan sehingga bekasnya dikembalikan,” kata Irene menjelaskan. (*)

 

loading...

Sebelumnya

MUKI jamin perayaan Natal di Papua tanpa gangguan

Selanjutnya

Ombudsman libatkan masyarakat awasi pelayanan publik

Komen Saya

Laporan Warga

Simak Juga
Terkini

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : redaksionline@tabloidjubi.com

Copyright © 2016. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe