Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide
  1. Home
  2. Penkes
  3. 50 tahun, STFT Fajar Timur makin jauh dari corak Papua
  • Selasa, 10 Oktober 2017 — 22:35
  • 1296x views

50 tahun, STFT Fajar Timur makin jauh dari corak Papua

Sekolah Tinggi Filsafat Teologi (STFT) Fajar Timur Abepura kota Jayapura yang genap berusia 50 tahun pada 10 Oktober, terkesan semakin jauh dari corak Papua.
Uskup Timika, John Philip Saklil, dan alumni STFT Fajar Timur dari keuskupan Timika saat membawakan lagu dalam perayaan HUT ke-50, Selasa (10/10/2017) – Jubi/Benny Mawel 
Benny Mawel
frans@tabloidjubi.com
Editor : Dewi Wulandari

Papua No. 1 News Portal I Jubi,

Jayapura, Jubi - Sekolah Tinggi Filsafat Teologi (STFT) Fajar Timur Abepura kota Jayapura yang genap berusia 50 tahun pada 10 Oktober, terkesan semakin jauh dari corak Papua.

"Sudah 50 tahun, tapi jumlah mahasiswa Papua yang masuk makin kurang. Sementara yang dari luar Papua semakin banyak,"ungkap Ketua STFT Fajar Timur, Dr Neles Tebay, dalam sambutannya pada puncak perayaan HUT ke-50 sekolah tinggi tersebut, Selasa (10/10/2017). 

"Dosen pernah ada tiga.  Agus Alua sudah almarhum. Theo Kossay juga tidak lagi. Sekarang tinggal  satu yang bicara ini," kata Neles Tebay, yang disambut gelak tawa tamu undangan yang hadir di acara syukuran.

Kata dia, corak itu juga mesti nampak melalui karya-karya tulis yang lahir dari tangan para dosen, mahasiswa, dan alumni. Karya tulis bisa dalam bentuk opini, karya ilmiah, atau buku.

"Karya-karya yang merefleksikan realitas sosial yang disoroti dari prepektif iman. Namun itu juga tidak nampak. Tidak banyak yang mau menulis tentang persoalan Papua,” kata Neles. 

Mestinya, kata Neles, karya ilmiah lahir sebagai bagian dari kegembiraan dan kegelisahan umat di tanah Papua yang juga menjadi kegelisahan STFT Fajar Timur. 

Kalau tidak ada, kata Neles, banyak pihak akan mempertanyakan corak yang asing ini. Bahkan bisa dikatakan STFT gagal mendidik para mahasiswanya.

Seorang alumnus STFT Fajar Timur, Markus Haluk, mengatakan sangat bersyukur pernah empat tahun belajar di STFT. Empat tahun itu membentuk dirinya menjadi pejuang keadilan dan penegakan hak-hak orang asli Papua. 

"Anak-anak kandungmu telah, sedang, dan akan terus melakukan karya penyelamatan bagi umat dan bangsa Papua," ungkap Haluk, melalui pesan singkatnya dari luar tanah Papua. (*)

 

loading...

Sebelumnya

ISBI Tanah Papua rayakan Dies Natalis ke-3

Selanjutnya

Empat PKBM laksanakan ujian nasional berbasis komputer

Komen Saya

Laporan Warga

Simak Juga
Terkini

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : redaksionline@tabloidjubi.com

Copyright © 2016. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe